(Adi Daya Perdana/Radar Jogja)

MAGELANG – Nama Alrayan mendadak menjadi bahan perbincangan warga. Itu setelah kesehariannya diketahui publik melalui kabar media sosial. Siswa kelas 3 SDN 3 Mertoyudan menjaga ibunya yang sedang terbaring di RSUD Tidar Kota Magelang.

Ayahnya dikabarkan sudah tidak bersama keluarga sejak kecil. Ia pun sendiri merawat ibunya yang sakit gagal ginjal di rumah sakit tersebut. Bahkan, selama menjaga ibunya, dia tidak sekolah hingga beberapa hari lamanya.

Namun, kini Alrayan dapat sedikit bernapas lega. Ada seorang warga yang peduli dan menjadikannya sebagai anak angkat. Bersama keluarga Donny, ia tinggal di Candimulyo dan dicukupi beberapa kebutuhan sehari-harinya.”Alhamdulillah merasa senang,” ucap Alrayan di hadapan bapak angkatnya, Donny.

Donny merupakan anggota kepolisian yang bertugas di Polsek Mertoyudan. Ia tahu kondisi Alrayan setelah membuka media sosial.”Saya lalu bergerak cepat dan mendatanginya,” kata Donny.

Donny merasa iba terhadap kondisi keluarga Alrayan. Kemudian tanpa pikir panjang, pria berambut tipis ini bersedia menjadikan anak angkat. Ia mau memenuhi beberapa kebutuhan anak tersebut.

“Mohon doanya rekan-rekan dan poro sedulur. Anak ini sangat tangguh dan luar biasa. Saya sudah ketemu dan sementara saya jadikan anak asuh saya sampai semua terkondisikan,” jelasnya.

Setelah beredar kabar itu, keluarga lain Alrayan ada yang menunggui di rumah sakit. Ia pun memohon doa karena ibunya saat ini masih dirawat di RSU Tidar Magelang.

“Sekarang ananda udah bisa tersenyum lagi. Udah seger lagi dan ternyata juga doyan durian. Ia bilang pingin lihat air mancur menari di Alun-Alun,” jelasnya.

Selain Donny, kondisi keluarga Alrayan juga mendapatkan perhatian dari pejabat dan beberapa kalangan masyarakat. Bahkan, Gubernur Jateng nonaktif Ganjar Pranowo juga sempat mendatangi RSU Tidar, Sabtu sore (17/2) lalu. (ady/laz/mg1)