MUNGKID – Capaian layanan air minum di Kabupaten Magelang sampai dengan 2017 sebesar 83,09 persen. Atau 279.671 kepala keluarga yang terlayani air bersih dari jumlah 336.608 KK yang ada di Kabupaten Magelang.

“Capaian kita selalu meningkat dari tahun ke tahun,” kata Penjabat Sementara Bupati Magelang Tavip Supriyanto kemarin.

Menurutnya, capaian itu tentunya menjadikan penyemangat untuk terus mendukung target pemerintah dalam RPJM Nasional yaitu target 100-0-100. Di mana diharapkan layanan air bersih 100 persen, kumuh 0 persen, dan layanan sanitasi 100 persen.

Pemkab Magelang bekerja sama dengan pemerintah pusat akan membangun Sistem Penyediaan Air Minum Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (SPAM-KSPN) Borobudur. Dalam penyediaan air minum, pemkab telah berupaya melalui beberapa program yang bersumber dari berbagai pendanaan.

“Baik APBD Kabupaten Magelang, APBN, swadaya masyarakat maupun melibatkan pihak swasta,” jelasnya. Di antara program-program yang sudah dirasakan manfaatnya masyarakat adalah Pamsimas, Sanimas, SPAM DAK, BKK air bersih. Maupun program layanan air minum melalui PDAM Kabupaten Magelang.

Program SPAM KSPN Borobudur ini merupakan salah satu kegiatan prioritas, Satker PSPAM di Kementerian PU dan Cipta Karya. “Kami harapkan dapat segera terealisasi. Dapat dilaksanakan dengan baik, tepat waktu, tepat guna dan tepat sasaran,” jelasnya.

Dengan demikian, program ini dapat meningkatkan cakupan layanan air minum di Kabupaten Magelang. Serta mendorong masyarakat khususnya di Borobudur untuk berperan aktif dalam rangka mendukung Borobudur sebagai salah satu destinasi Strategis Pariwisata Nasional.

PPK Pembangunan SPAM KSN Borobudur Meina Woro Kustinah menyampaikan, beberapa tahun belakangan begitu besar perhatian presiden dan juga bupati Magelang di dalam membantu pembangunan infrastruktur di Kabupaten Magelang. Ia menyampaikan itu mewakili direktur pengembangan air minum kementerian PUPR.

“Namanya boleh Borobudur, namun yang ingin kami jangkau adalah sebanyak-banyaknya desa di Kabupaten Magelang. Tahun ini kami juga memiliki kegiatan penataan drainase di sekitar Situmbu, juga penataan kawasan di Telomoyo,” jelasnya.

Kepala Bappeda dan Litbangda Kabupaten Magelang Sugiyono mengatakan, pemerintah mengucurkan Rp 46 miliar lebih. Jumlah itu khusus untuk air minum di 12 desa terpilih sekitar Borobudur. Dan lima desa yang kelewatan yang merupakan perjuangan Bupati Magelang di dalam memikirkan masyarakat Kabupaten Magelang. (ady/laz/mg1)