BANTUL – Dua tahun pemerintahan pasangan Bupati Bantul Suharsono – Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mendapatkan kado istimewa. Ya, Selasa (13/2) lalu Bupati Bantul Suharsono menerima penghargaan dalam bidang akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan (AKIP) 2017. Dalam penghargaan yang diserahkan langsung Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, AKIP Pemkab Bantul mendapatkan predikat BB atau sangat baik. Penghargaan ini diberikan bersamaan dengan penyerahan hasil evaluasi sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP) Wilayah III. Dengan penghargaan ini, pemkab sukses mempertahankan predikat serupa yang diraih pada tahun lalu.

“Ini adalah hasil kerja keras dan komitmen semua pihak,” jelas Suharsono di Kompleks Parasamya pekan lalu.

Pernyataan ini bukan tanpa alasan. Suharsono mengingatkan bahwa kinerja pemerintahan mustahil dilakukan sendirian. Baiknya kinerja pemerintahan yang berujung terwujudnya berbagai percepatan dalam bidang pelayanan dan pembangunan merupakan buah soliditas kerja tim. Dengan kata lain, penghargaan ini adalah hasil bentuk kerja tim yang telah ditunjukkan pemkab.

“Tidak bisa one men show. Ini bukan aksi seorang kepala daerah sendiri,” ucapnya memuji kinerja seluruh jajaran di lingkungan pemkab.

Kendati begitu, orang nomor satu di Kabupaten Bantul ini menekankan, soliditas kerja tim bukan satu-satunya faktor. Ada faktor lain yang dibutuhkan agar warga merasakan kehadiran pemkab. Yaitu, inovasi. Menurutnya, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) harus menerapkan continuous improvement.

“Agar manfaat program-program pemkab dinikmati langsung masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, Suharsono mewanti-wanti, seluruh aparatur sipil negara di lingkungan pemkab tak berpuas diri. Sebaliknya, raihan ini justru harus dijadikan sebagai cambuk motivasi agar dapat mempertahankan bahkan meningkatkan kinerja.

Sekretaris Daerah Bantul Riyantono mengungkapkan hal senada. Pejabat yang akrab disapa Tony ini mengakui predikat BB persis dengan yang diraih pemkab pada tahun sebelumnya. Namun, ada perbedaan yang cukup signifikan. Sebab, skala nilai AKIP 2016 73,6. Adapun pada 2017 naik menjadi 77,9. Itu artinya tinggal 2,1 poin lagi untuk meraih predikat A.

“Nilai predikat A minimal 80,” sebutnya.

Tony optimistis AKIP 2018 mampu menyabet predikat A. Mengingat, ada berbagai strategi yang telah dipersiapkan untuk membenahi sekaligus meningkatkan akuntabilitas kinerja. Antara lain, penerapan Sistem Elektronik Perencanaan, Penganggaran dan Informasi Kinerja Terintegrasi (Sepak@t).

“Sepak@t mulai diterapkan untuk pembahasan APBD 2019,” ucapnya.

Dengan Sepak@t, Tony meyakini, seluruh rangkaian pembahasan APBD tidak hanya lebih terencana. Lebih dari itu, penganggarannya juga jauh terukur. Begitu pula dengan tata administrasinya. Keunggulan lain Sepak@t adalah pembahasan APBD terpantau. Dengan begitu, bila ada penyimpangan bisa segera dievaluasi.

“Semuanya dapat dipertanggungjawabkan dengan akuntabel,” tandasnya. (zam/mg1)