JOGJA – Digadang-gadang akan berlangsung meriah, ternyata even Liga Pekerja Indonesia (Lipesia) wilayah DIJ jauh dari ekspetasi. Panitia sebelumnya menargetkan setidaknya ada 16 tim yang bisa ikut serta. Namun nyatanya sampai batas akhir pendaftaran hanya diikuti empat tim.

Keempat tim tersebut yakni Nasmoco Jogja FC, PS Dokar UAD, Eagle Glove FC dan PS BPD DIY. “Memang jauh dari ekspetasi atau target awal kami sebanyak 16 tim. Tapi kami tetap optimistis bisa berjalan lancar,” ungkap koordinator Lipesia DIJ Jevry Manaha saat menyerahkan berkas-berkas turnamen di Kantor Asprov PSSI DIJ, Senin (19/2).

Jevry mengatakan, berhubung hanya diikuti empat tim, format turnamen yang dipakai yakni sistem setengah kompetisi. Juara ditentukan oleh tim yang berada di posisi puncak klasemen akhir. Rencananya pertandingan pertama mempertemukan Nasmoco Jogja FC melawan PS Dokar UAD pada Minggu (25/2) siang.

Selanjutnya diikuti upacara pembukaan dan dilanjutkan dengan pertandingan kedua antara Eagle Glove FC versus PS BPD DIY. “Wagub DIY Sri Paduka Paku Alam X dijadwalkan membuka turnamen. Untuk match kedua dan ketiga berturut-turut digelar sepekan kemudian yakni mulai 3 dan 4 Maret,” paparnya.

Pihaknya mengakui bahwa even pertama ini pihak panpel terkejut dengan minimnya jumlah peserta. Meskipun sosialisasi dan undangan ke perusahaan-perusahaan yang ada di DIJ sudah gencar dilakukan dan disebar, namun hingga batas akhir pendaftaran pihaknya hanya mendapatkan empat tim peserta.

Terkait hal itu, pihaknya memprediksi penyebabnya yakni terkait regulasi umur pemain yaitu di usia 20-40 tahun. Menurutnya tidak setiap perusahaan memiliki karyawan di usia tersebut. “Selain itu kendala biaya, seperti jika sebuah tim lolos ke tingkat regional Jawa maka harus mengeluarkan biaya sendiri,” jelasnya.

Kendati demikian, panitia tetap optimistis Lipesia DIJ bakal berlangsung meriah. Sebab, DIJ sudah menjadi provinsi yang tengah menggelar even tersebut menyusul Kepulauan Riau (Kepri), Bangka Belitung (Babel), Sumatera Utara (Sumut), Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Barat (Sulbar) dan provinsi yang pertama mengadakan yakni Jawa Timur (Jatim).

Turnamen Lipesia digagas Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) untuk mengingatkan kembali adanya liga perusahaan-perusahaan yang pernah muncul 1980 lalu. Saat itu liga tersebut bernama Galakarya dan berlanjut menjadi Galatama. Banyak dari pemain-pemain Galakarya yang akhirnya menjadi pemain Timnas Indonesia seperti Warta Kusuma, Robby Darwis, dan Herry Kiswanto. Nama terakhir saat ini menjadi nakhoda PSS Sleman. (riz/din/mg1)