MUNGKID – Hati-hati jika melintas di jalur Magelang-Salatiga melalui Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Daerah itu rawan tanah longsor dan pohon tumbang. Hal ini pula yang dialami Wiwid Ponco Prasetyo, 38, warga Mutihan, Wirokerten, Banguntapan, Bantul, akhir pekan lalu.

Saat itu, Wiwid dalam perjalanan dari Salatiga ke Magelang bersama keluarga mengendarai Toyota Avanza Nopol AB 1229 AJ. Cuaca saat itu hujan deras disertai angin. Saat memasuki Dusun Wekas, Kaponan, Pakis, tiba tiba tebing sisi kiri mobilnya longsor.

Tidak hanya itu, longsoran membawa satu pohon pinus yang tercerabut dari akarnya menimpa mobil yang dikendarai. “Di kendaraan selain saya ada istri dan dua anak saya yang masih kecil-kecil. Kami kaget. Bersyukur, dari kejadian ini tidak ada korban jiwa. Hanya mobil saya rusak bagian atap dan sisi kiri,” katanya.

Petugas Polsek Pakis yang memang siap siaga untuk memantau segala situasi karena libur panjang perayaan Imlek 2018, langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Dipimpin langsung Kapolsek Pakis AKP Sukirman, mereka membantu proses evakuasi orang dan kendaraan.

“Termasuk pembersihan sisa longsor agar jalan bisa dilalui delapan kembali. Kalau longsoran tidak segera dibersihkan, arus lalu lintas menumpuk dan bisa timbul kemacetan,” tutur kapolsek

Dengan peristiwa ini kapolsek meminta masyarakat, terutama pengendara yang melintas di jalur Magelang-Salatiga, lebih hati-hati. Terutama saat hujan lebat disertai angin. Karena jalur itu berkelok-kelok dan sering berkabut, juga bahaya longsor.

“Dari kejadian ini disarankan kepada pengendara untuk berhati hati bilamana melintas di jalur ini. Karena sering adanya tanah longsor, juga banyak tanjakan dan turunan tajam serta berkelok sehingga sering terjadi laka lantas,” pesan kapolsek. (dem/laz/mg1)