SLEMAN -Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas Kolonel Kav Mohammad Zamroni SIP mengadakan kunjungan ke Redaksi Jawa Pos Radar Jogja, Senin (19/2). Dalam kesempatan ini dia menegaskan pentingnya kesatuan, persatuan, dan kebersamaan.

Menurutnya, untuk mewujudkan kondisi yang aman dan kondusif, bukan semata-mata tanggung jawab TNI dan Polri. Tetapi masyarakat, jauh lebih penting. Termasuk juga media masa.

Kunjungan ke Radar Jogja ini mendadak. Karena Karena kalau dijadwalkan, mungkin malah tidak bisa terwujud. Pada hal berteman dengan media ini, bagi saya sangat penting. “Karena itu saya mohon maaf,” kata Zamroni didampingi Mayor Caj Syamsul Ma’arif SAg dan Serda Hendro Istiana.

Mantan ajudan RI 2 Prof Dr Boediono ini menandaskan, mencermati kecenderungan perkembangan lingkungan strategis yang penuh dinamika, maka TNI harus tetap solid dan siap operasional. Untuk itu, kesiapan pribadi maupun satuan menjadi perhatiannya, dengan berupaya memelihara dan meningkatkan profesionalisme teknis keprajuritan dan soliditas satuan.

“Semangat kebersaman dan jiwa korsa prajurit perlu tetap dijaga, sehingga setiap langkah dan tindakan yang dilakukan TNI secara kesatuan maupun individu tetap berada dalam rambu-rambu jatidiri TNI,” ujarnya.

Terkait dengan tahun politik tahun 2018, Zamroni menegaskan agar para prajurit benar-benar memegang teguh netralitas TNI, baik pada Pilkada 2018 maupun Pemilu 2019. Selain itu, sebagai upaya pencegahan dalam penanganan konflik dalam pelaksanaan pilkada dan pemilu, perlu dibangun kebersamaan, sinergitas, dan soliditas antara TNI-Polri bersama semua komunitas dan masyarakat.

Zamroni baru dilantik sebagai Danrem 072/Pamungkas pada 29 Januari lalu. Dia menggantikan Brigjen TNI Fajar Setyawan SIP yang harus mengemban tugas baru sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) XIII/Merdeka. Belum dua minggu menjabat sebagai Danrem, tepatnya 11 Februrai lalu, Zamroni “disuguhi” aksi teror di Gereja Santa Lidwina, Bedog, Sleman.

Dengan peristiwa tersebut, Zamroni menggarisbawahi bahwa wilayah Korem yang ia pimpin, tidak 100 persen aman. “Karena itu, dibutuhkan suatu tekad kesatuan, persatuan, dan kebersamaan yang kuat antara TNI, Polri dan rakyat,” ujarnya.

General Manajer sekaligus Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Jogja Berchman Heroe yang menerima kunjungan ini, sepakat dengan pentingnya persatuan dan kebersamaan. Menurut Heroe, media juga lebih senang jika kondisi sutau daerah dalam keadaan aman dan kondusif. “Benar bahwa kami butuh berita yang bagus, namun kami sepakat akan pentingnya kondisi yang aman dan kondusif,” timpalnya.

Menurut Heroe, dengan kondisi yang aman, gairah ekonomi suatu wilayah akan berjalan dengan baik. Pun demikian dengan pertumbuhan investasi. Dengan demikian, maka masyarakat termasuk semua pihak, tak terkecuali media, akan mendapatkan dan menjalankan hak serta kewajibannya dengan baik pula.

“Karena industri pers itu tidak hanya mengadalkan jualan koran atau oplah, tapi lebih dari itu adalah dari iklan, dari advertorial. Lha kalau media mendukung konflik, bagaimana mau dapat iklan, wong daerahnya terjadi konflik, para pengusaha memilih wait and see, memilih menunggu dan melihat keadaan,” tuturnya merinci. (jko/mg1)