SLEMAN – Seri Malang akan menjadi partai habis-habisan bagi tim Indonesia Basketball League (IBL) yang masih mempunyai peluang lolos ke babak playoff. Garuda Bandung, Hangtuah Sumsel, dan Bima Perkasa Jogja (BPJ) bakal bertarung mati-matian memperebutkan dua jatah tiket playoff IBL 2018 di Malang mulai 23 Februari mendatang.

Mereka terpaut dua poin di klasemen semenetara Divisi Merah. Garuda berada di posisi dua klasemen dengan 23 poin, Hangtuah di posisi tiga dengan 21, dan Bima Perkasa di posisi empat dengan 19 poin.

Di atas kertas, jika Hangtuah mampu memenangi laga melawan Siliwangi dan Pelita Jaya, mereka akan mengumpulkan 25 angka. Nilai sama bisa diraih Bima Perkasa andai menyapu bersih tiga laga terakhirnya dengan kemenangan atas NSH, Garuda dan Satria Muda Pertamina.

Jika kondisinya seperti itu, Bima Perkasa akan berada di atas Hangtuah karena keunggulan head to head 2-1 dalam tiga pertemuan mereka. Namun jika Hangtuah hanya sekali menang dan Bima dua kali menang, BPJ yang akan melaju.

Perhitungan juga akan melibatkan Garuda. Seandainya klub asal Bandung itu tak bisa memetik satu pun kemenangan di Malang, yaitu melawan Bima Perkasa dan Pelita Jaya, Galank Gunawan dkk akan membukukan nilai 25 dan harus tersingkir dari babak play off. Hal itu karena kalah head to head dari dua klub pesaingnya tersebut.

Namun dengan hitungan matematis tersebut, pihak BPJ tidak mau ambil pusing. Tim mengaku akan fokus dari satu pertandingan ke pertandingan selanjutnya. Selain itu, pelatih ingin pemain bermain lepas mengeluarkan semua kemampuan tanpa terbebani. “Kami sudah menyiapkan diri untuk menang di seri Malang dan tidak peduli dengan hasil klub lain. Termasuk hitung-hitungan angka di atas kertas kami tidak terlalu memikirkan,” ujar Manajer Bima Perkasa, Dionisius Mundi Senin (19/2).

Di sisi lain, pelatih Hang Tuah Andika S. Saputra juga mengatakan timnya sudah siap menghadapi seri penentu di Malang. Berbekal pemain muda dengan bimbingan pemain senior seperti Kelly Purwanto dan Ari Sapto dirinya kini berfokus pada pembenahan mental pemain. “Pemain muda Hangtuah masih memerlukan bimbingan agar mental mereka matang, skill dan teknik pun berkembang. Kami ingin maju ke babak play off tanpa tergantung kepada tim lain, termasuk hasil dari Bima,” ungkapnya.

Penampilan Bima Perkasa Jogja di musim ini mengalami kemajuan cukup pesat dibandingkan musim lalu. Permainan Yanuar Priasmoro dkk dinilai lebih solid dan kuat. Mentalitas permainan juga mampu mengimbangi dan memberikan perlawanan tim kuat seperti Satria Muda. (riz/din/mg1)