BANTUL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul patut merasa plong. Sebab, armada mobil pemadam kebakaran (damkar) mereka bertambah tiga unit. Menariknya, tiga unit damkar ini merupakan hibah dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Sehingga total sekarang ada lima unit damkar yang bisa beroperasi,” jelas Pelaksana Harian Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto di kantornya belum lama ini.

Praktis, tambahan tiga unit armada ini membuat penanganan kebakaran di Kabupaten Bantul lebih responsif. Menurutnya, penambahan armada ini sangat membantu. Sebab, armada damkar BPBD belakangan ini hanya dua unit. Padahal, jumlah insiden kebakaran cenderung meningkat.

Dalam kesempatan itu, Dwi menyebutkan, ada enam unit damkar hibah KPK. Tiga di antaranya telah diperbaiki pada tahun lalu dengan anggaran sekitar Rp 2,2 miliar.

“Sisanya belum,” ucapnya.

Nah, ketiga armada damkar yang telah diservis ini 11 Januari lalu unjuk kebolehan dalam apel kesiapsiagaan bencana 2018. Melalui sebuah simulasi, mobil damkar ini memadamkan kebakaran yang terjadi di gedung induk Parasamya.

Total ada sembilan unit kendaraan hibah dari lembaga antirasuah yang diterima pemkab. Tiga lainnya berupa bus. Bupati Bantul Suharsono ikut mengambil sembilan kendaraan hibah KPK ini di Jakarta akhir tahun 2016. (zam/mg1)