PUROREJO – Gambar Ganjar Pranowo, kandidat Gubernur Jateng yang berpasangan dengan Taj Yasin masih terlihat di beberapa titik di panggung reklame kawasan Purworejo. Dituliskan sebagai Gubernur Jawa Tengah, keberadaan gambar-gambar itu dinilai akan menguntungkan pihaknya dalam melakoni gelaran Pilgub 2018.

Hal itu diungkapkan salah satu anggota Tim Kampanye (TK) Pasangan Calon Sudirman Said-Ida Fauziah, Reko Budiyono, Senin (19/2). Ketua Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Purworejo ini mengungkapkan hal itu tidak beretika dan sebaiknya dicopot.

“Meski secara formal GP masih gubernur, saat ini dalam masa cuti, etikanya gambar-gambar beliau yang masih terpasang dalam bentuk apa pun sudah dilepas,” kata Reko.

Dikatakan, ungkapan yang diberikannya merupakan hal yang wajar mengingat Ganjar Pranowo adalah salah satu kandidat. Selain itu, selama masa cuti, Ganjar juga tidak menjalankan tugas sebagai gubernur.

“Meskipun gambar-gambar yang ada itu atas nama OPD (organisasi perangkat daerah, Red) apa pun, agar tidak menimbulkan tanda tanya publik lebih baik diganti atau dicopot,” tegas Reko.

Ia juga mengatakan walaupun tidak ada visi misi dan nomor paslon dalam gambar tersebut, namun hal itu tetap akan menimbulkan pertanyaan dari masyarakat. Di belakang hari bisa dikatakan jika incumbent memanfaatkan jabatannya untuk numpang promosi.

Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Purworejo Muh Dahlan juga mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, memasuki masa kampanye seharusnya gambar-gambar yang berbaru Ganjar Pranowo yang dipasang oleh organisasi perangkat daerah harus diturunkan.

“Aturannya sudah jelas di mana gambar yang digunakan sebagai kampanye harus dari KPU sesuai dengan desain yang diberikan oleh tim kampanye,” jelas Dahlan.

Menanggapi hal itu, Ketua Panwaskab Purworejo Rinto Hariyadi mengungkapkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah. Nantinya, hal itu akan ditindaklanjuti dari provinsi untuk diberikan rekomendasi.

“Kami sudah mengkoordinasikan hal itu ke Bawaslu Provinsi. Dan kita juga akan lakukan inventaris baliho, spanduk ataupun reklame yang memajang gambar salah satu calon yang ada di Purworejo,” jelas Rinto. (udi/laz/mg1)