JOGJA – Rombongan atlet panjat tebing Tiongkok mulai berlatih bersama dengan timnas panjat tebing Indonesia di papan panjat tebing kompleks Stadion Mandala Krida Kota Jogja, Selasa (20/2). Mereka datang dengan membawa 10 atlet, empat di antaranya perempuan.

Ketua rombongan timnas Tiongkok Zhao Lei mengatakan, timnya mengaku senang berlatih bersama di Indonesia. Sebab menurutnya, sebagai sesama negara yang akan turun di Asian Games, Indonesia termasuk tim yang kuat. Di samping juga sebagai tuan rumah Asian Games. “Kami ingin belajar dan berlatih bersama,” katanya kemarin.

Zhao mengatakan, ketika pihaknya berkeinginan ke Indonesia, komunikasi dengan Federasi Panjat Tebing Indonesia disambut baik. Pihaknya menjajal ke Indonesia sebab mengakui Indonesia salah satu tim terkuat di panjat tebing. “Kami akan latihan bersama sharing teknik dan skill,” imbuhnya.

Disinggung mengenai target tim, dia menyebut akan berusaha sebaik mungkin meraih banyak medali di Asian Games. Apalagi untuk pertama kalinya panjat tebing ditandingkan. Hal itu bisa menjadi acuan untuk selanjutnya. “Kami optimistis mampu karena kami punya atlet juara dunia. Meskipun semua negara juga punya peluang,” paparnya.

Ya, Tiongkok bermodalkan dua atletnya yang meraih juara di kejuaraan dunia dalam diri Zhong Qixin dan juara dunia lead Pan Yu Fei.

, Pelatih tim Indonesia Caly Setiawan mengatakan, kedua tim akan menjalani simulasi pertandingan nomor speed sebanyak tiga kali. Hal itu sengaja dibatasi agar lawan tidak banyak mengetahui kemampuan atlet Indonesia. Sementara di sisi lain, Indonesiaa bisa menimba ilmu dari nomor combine.”Tiongkok bagus di nomor combine serta lebih unggul di boulder. Kami ingin manfaatkan itu,” paparnya.

Selain Tiongkok, Indonesia juga mendapat tawaran berlatih di Jepang. Namun enggan menyetujui sebab harus berangkat ke Jepang. Selain dengan Tiongkok, atletnya akan kembali tryout di Moscow akhir April dan mengikuti kejuaraan di Tiongkok Mei. “Di kejuaraan dunia itu kami tidak menargetkan apa-apa. Karena yang kuat biasanya dari Rusia dan Prancis. Kami memperbanyak jam terbang dan mengasah mentalitas saja,” jelasnya. (riz/din/mg1)