Kehadiran patung Bung Karno tak bisa dilepaskan dari maestro patung Yusman. Yusman ditunjuk sebagai juri dalam sayembara pembuatan patung Bung Karno di Meksiko City. Sayembara diikuti sepuluh seniman patung dunia. Maket patung karya Yusman menjadi acuannya. Yusman membuat maket tersebut di Indonesia.

Maket buatan Yusman memperlihatkan saat Bung Karno sedang berorasi. Menurutnya, bentuk itulah yang menunjukkan kekhasan Bung Karno. Maket setinggi 3,2 meter menggambarkan sang Proklamator saat membakar semangat bangsa Indonesia ketika mengumumkan Tri Komando Rakyat (Trikora) pembebasan Irian Barat di Alun-alun Jogja pada 1961. Patung Bung Karno ditampilkan dengan baju kebesarannya dan berpeci. Tangan ke atas dan jari telunjuk berdiri. “Proporsinya harus diperhatikan. Anatomi, gerak, ciri khas, dan karakter Soekarno yang berapi-api saat berorasi,” tutur Yusman ditemui di studio patungnya Selasa (20/2).

Penjurian telah dilakukan di Meksiko pada 23 Desember 2017 hingga 7 Januari 2018. Pemenangnya pun telah diumumkan pada 8 Januari lalu. Pria asal Padang Sumatera Barat itu mengaku sempat dilarang mengintervensi bentuk dan gaya patung para peserta sayembara. Tapi dia tegas menolaknya. “Bentuk patung tokoh tidak boleh sembarang. Pematung harus paham sejarah dan semangat tokohnya,” ujarnya.

Yusman kembali diminta hadir di negara Amerika Utara itu pada 23-28 Februari mendatang. Untuk memastikan patung yang akan dipasang tidak ada yang salah dan sesuai dengan maket buatannya.

Patung Soekarno bersanding dengan patung Presiden AS Abraham Lincoln, Mahatma Gandhi, dan Martin Luther King Jr.

Bagi Yusman, penghargaan yang diberikan Pemkot Meksiko City pada Soekarno memberi banyak pelajaran bagi generasi muda Indonesia. Negara lain saja sangat menghormati sosok Bung Karno. “Maka sudah sepatutnya generasi muda Indonesia juga harus lebih mengenal dan mencintai pahlawan-pahlawannya,” tutur Yusman.

Dengan mengenal pahlawan, lanjutnya, akan terpupuk rasa nasionalisme dalam diri. (yog/mg1)