SLEMAN – Menghadapi era abad 21 yang semakin kompetitif, Sekolah Budi Utama berupaya mencetak siswanya menjadi generasi zaman now yang memiliki pondasi karakter kuat dan baik. Salah satunya dengan menumbuhkan rasa empati dan toleransi terhadap sesama.

Dengan semangat itu, Sekolah Budi Utama menggelar perayaan Imlek Bersama Budi Utama di Atrium Plaza Ambarrukmo, Minggu (18/2).

Acara yang diselenggarakan oleh sekolah yang menggunakan tiga bahasa sebagai pengantarnya ini menampilkan atraksi Barongsai, Wushu yang dikolaborasikan dengan Chinese Drum dan Gamelan, Tarian Seribu Tangan, Angklung, dan paduan suara sebagai hiburan bagi pengunjung sekaligus ajang unjuk kebolehan bagi siswa-siswa yang bertalenta.

Kepala Humas Sekolah Budi Utama Marcelina Mayang menjelaskan, tradisi perayaan Imlek ini sudah memasuki tahun ke empat dengan tema yang berbeda setiap tahun.

“Sebagai sekolah nasional, kami merayakan semua hari besar keagamaan. Semangat toleransi antarumat beragama sudah mulai kami tanaman sedini mungkin kepada seluruh siswa TK-SMA,” katanya.

Acara kali ini juga dimeriahkan dengan lomba Origami, menyanyi lagu Mandarin, dan Mini Wushu Championship. Selain sebagai ajang kompetisi sekaligus untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. Acara ini juga dimaksudkan untuk mengasah skill 4C siswa yaitu communication, collaboration, critical thinking, dan creative thinking yang ke depan akan sangat dibutuhkan untuk memenangkan persaingan di abad 21.

Yang cukup banyak menyedot animo pengunjung adalah stan Shu Fa atau Kaligrafi Tiongkok.Pengunjung dapat memesan untuk dituliskan namanya dalam huruf Mandarin kepada tiga pakar Shu Fa dan empat siswa Budi Utama tanpa dipungut biaya. “Shu Fa memang diajarkan sebagai ekstrakurikuler di sekolah,” terang Mayang. (obi/ila/mg1)