JOGJA – Wakil rakyat di Kota Jogja meminta pemkot segera menyiapkan skenario penataan lalu lintas di lima perlintasan kereta api yang masih dilewati kendaraan. Prioritas utama terkait rencana penutupan jalan di bawah jembatan layang Lempuyangan pada 2019 mendatang.

“Saat pertemuan dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dulu, mereka sepakat (penutupan perlintasan Lempuyangan) ditunda hingga 2019, bukan dibatalkan,” ujar anggota Komisi C DPRD Kota Jogja Emanuel Ardi Prasetyo Senin (20/2).

Seharusnya, lanjutnya, perlintasan di bawah jembatan layang Lempuyangan sudah ditutup tahun lalu, bersamaan dengan perlintasan di Janti dan Sentolo. Ardi menuntut Pemkot Jogja segera membuat kajian penataan lalu lintas di sekitar jembatan Lempuyangan, karena waktu yang tinggal setahun lagi.

Selain itu, Ardi juga mengingatkan tentang permintaan Kemenhub untuk menutup semua pintu perlintasan, tidak hanya yang ada di bawah jembatan layang. Di Kota Jogja saat ini terdapat tujuh perlintasan kereta yaitu di Jalan Ipda Tut Harsono, Jalan Mojo, Lempuyangan, Jalan Tukangan, Kleringan, Jlagran, dan Jalan HOS Tjokroaminoto.

Dua di antaranya di Kleringan dan Jlagran sudah dibuatkan jalan underpass. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Jogja 2017-2022sudah disebutkan rencana pembangunan jembatan layang di perlintasan kereta di Jalan HOS Tjokroaminoto dan Jalan Ipda Tut Harsono.

Dibanding rencana pembangunan jembatan layang, politikus PDIP itu menyebut akan lebih baik membangun jalan underpass di bawah rel kereta api, seperti di Kleringan dan Jlagran.

“Di Jlagran itu dulu dibuatkan jalan baru di bawah rel kereta api sekitar 1980-an ,jalan yang lama masih ada di belakang kantor Kecamatan Gedongtengen,” tuturnya.

Menurut dia, pembuatan jalan underpass dinilai lebih hemat, baik dalam anggaran pembiayaan maupun ongkos sosialnya. “Seperti di Jalan Ipda Tut Harsono jalannya masih bisa diperlebar,” tambahnya.

Terpisah, Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi ditemui usai panen raya klengkeng di Sanggrahan mengatakan, sejatinya Pemkot Jogja belum siap dengan penutupan jalan di bawah jembatan layang Lempuyangan. Sebab, lebar jalan jembatan layang Lempuyangan lebih kecil dari aslinya.

“Kemarin (pertemuan dengan Kemenhub) sudah dimintakan (penutupan) tidak dalam waktu dekat, karena belum ada jalan alternatif,” ucapnya.

Sebagai solusinya, Pemkot Jogja mengusulkan membangun tambahan jembatan layang di sebelahnya. Solusi lainnya dengan menata jalan-jalan yanga ada di sekitarnya, termasuk yang ada di depan Stasiun Lempuyangan dan kawasan Kotabaru. Di antaranya dengan membuat larangan menaikkan dan menurunkan penumpang di jalan seperti saat ini.

“Kalau jadi ditutup, kami minta arus di depan Stasiun Lempuyangan tidak untuk menaikkan atau menurunkan penumpang, kalau masih seperti sekarang pasti masih terjadi kemacetan,” jelasnya. (pra/ila/mg1)