SLEMAN – PSS Sleman kembali menjalani latihan fisik setelah sebelumnya menjajal kekuatan juara Liga 2 Persebaya Surabaya. Latihan di fasilitas fitnes UNY itu difokuskan memaksimalkan power dan endurance. Yaitu latihan beban ringan dengan pengulangan yang cukup banyak.

“Sebenarnya kami masih dalam periodesasi fisik. Kemarin di sela-sela itu kami coba menghadapi Persebaya Surabaya. Sehingga memang terlihat Persebaya lebih siap dan matang, kami akui fisik belum maksimal,” ujar pelatih fisik PSS Komarudin kepada Radar Jogja, Selasa (20/2).

Menurut pria yang juga eks pelatih fisik Timnas U-19 itu, fisik Ahmad Hisyam Tolle dkk belum sampai pada tahapan ideal. Masih perlu beberapa pekan untuk sampai pada tahapan puncak performa sebagai digembleng fisik. “Porsinya mungkin tidak seberat sebelumnya, namun masih ada tahapan yang masih harus dilalui pemain,” imbuhnya.

Latihan fisik dan kombinasi teknik serta skill kemungkinan bisa lebih maksimal sebab rencana uji coba dengan Persik Kendal kabarnya dibatalkan. PSS disebut-sebut lebih ingin mempersipkan lebih matang uji coba dengan Bhayangkara FC Rabu (28/2) mendatang.

Persiapan itu termasuk untuk recovery dan pemulihan pemain yang mengalami sedikit cedera. Di antaranya bek utama PSS, Hisyam Tolle yang harus menepi selama beberapa hari karena cedera. Bek tengah yang diplot kapten tim itu perlu beristirahat selama dua sampai tiga hari.

Eks penggawa PSM Makassar itu mengalami pembengkakan kaki kiri yang didapat saat pertandingan melawan Persebaya. Laporan kesehatannya pun baru bisa dipastikan kemarin. Fisoterapis PSS Sleman Sigit Pramudya mengatakan, pembengkakan tersebut diakibatkan salah pijakan usai menerima tacke lawan. “Nyerinya sudah berkurang dan sudah bisa jogging tapi memerlukan waktu dua sampai tiga hari untuk pemulihan sampai sembuh benar karena cederanya masuk ke grade dua. Semoga bisa kembali pulih dengan maksimal,” kata Sigit. (riz/din/mg1)