SLEMAN – Pertandingan uji coba melawan Persebaya Surabaya lalu memang cukup berat bagi PSS Sleman. Tidak hanya karena lawan yang lebih siap. Namun karena kondisi fisik Ahmad Hisyam dkk yang belum sepenuhnya maksimal.

Baru saja digembleng latihan fisik, kondisi badan pemain masih cukup kelelahan. “Kemarin sesungguhnya masih dalam periodisasi latihan. Kami belum masuk kategori ideal. Karena pemain masih menjalani persiapan atau pre-session yang dominan latihan fisik,” ujar Pelatih Fisik PSS Komarudin.

Menurut mantan pelatih fisik Timnas U-19 itu, PSS fasenya masih pembentukan strength. Sehingga wajar jika pemain masih terlihat berat dalam berlari. Namun ujicoba kemarin mempunyai efek positif. Yaitu terkait kelemahan secara strategi maupun taktikal bermain. “Semoga pada saat kompetisi nanti kami sudah bisa mencapai peak performance,” ungkapnya.

Sembari menunggu kepastian pertandingan uji coba, Komarudin mengatakan, tim tetap menjalankan program sesuai dengan yang sudah disusun tim pelatih. Jika ada ujicoba dengan tim selevel atau lebih tinggi maka tim pelatih tinggal menyesuaikan programmya. Sehingga kemarin tidak terlalu kedodoran. “Latihan fisik sebenarnya sepanjang musim kompetisi. Cuma proporsinya saat fase persiapan lebih besar dan dominan dibanding latihan teknik atau taktik. Kalau kompetisi mulai pertengahan Maret maka proporsi latihan fisik pertengahan sampai akhir Februari sudah 50 persen,” paparnya.

Selanjutnya 50 persen untuk porsi teknik dan taktik. Awal Maret proporsi latihan fisik tinggal 20-30 persen. Selanjutnya sebelum masuk kompetisi pihaknya berencana kembali melakukan tes fisik untuk mengetahui capaian tim selama beberapa bulan ini. “Tapi belum ditentukan, menyesuaikan program head coach,” katanya. (riz/din/mg1)