KUNJUNGAN

BANTUL – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) baru saja selesai menyelesaikan misi pengabdian. Termasuk di antaranya KKN 030. Kelompok yang berisi 10 mahasiswa dari berbagai jurusan ini tak sekadar menjalankan KKN sebagai salah satu syarat menyelesaikan perkuliahan. Lebih dari itu, juga membawa misi lain. Yaitu, mengangkat potensi Dusun Temanggung, Jetis, Saptosari, Gunungkidul. Sebuah wilayah di pesisir pantai selatan yang menjadi pilihan lokasi pengabdian kelompok ini selama satu bulan penuh, 15 Januari-15 Februari 2018.

PENDATAAN WARGA

Dosen Pembimbing Lapangan KKN 030 Sakir SIP, MIP mengungkapkan, ada beberapa program yang diusung. Antara lain, pembuatan sistem informasi desa (SID). Pertimbangannya, masih banyak desa apalagi dusun yang belum memiliki sistem ini. Termasuk di antaranya, Dusun Temanggung. Padahal, sistem berbasis teknologi informasi ini merupakan medium untuk mempublikasikan seluruh data dasar hingga mempromosikan berbagai potensi dusun melalui daring.

JUMAT BERSIH

“Apalagi sekarang eranya digital. Setiap orang punya smartphone,” jelas Sakir di kantornya, Rabu (21/2). Program lain yang diusung adalah penyusunan buku profil dusun. Menurutnya, Dusun Temanggung selama ini belum memilikinya. Padahal, buku ini sangat penting. Memiliki manfaat beragam. Contohnya, sebagai dasar acuan pengambilan kebijakan, pengajuan bantuan, hingga menunjang keperluan data pemilihan umum. Sebab, buku profil dusun ini juga berisi seluruh data penduduk. Sekaligus kategori perekonomian warganya. “Jumlah yang sejahtera berapa, lalu pra sejahtera berapa. Ada semua,” ucapnya.

PENDIDIKAN USIA DINI

Penomoran rumah warga juga tak luput dari perhatian KKN 030. Sebab, tata penomoran rumah di pedukuhan yang memiliki tujuh RT ini cukup lama tidak di-update.

Pria yang juga Koordinator Laboratorium Ilmu Pemerintahan ini memastikan, seluruh program yang dibawa sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tim telah melakukan observasi untuk memetakan beragam kebutuhan Dusun Temanggung, sehingga keberadaan KKN 030 dapat apresiasi dari masyarakat setempat.

“Di UMY ada catur dharma. Yaitu, pendidikan, penelitian, AIK (Al Islam Kemuhammadiyahan) dan pengabdian. Nah, KKN bagian dari pengabdian,” bebernya.

KKN 030 UMY

Dalam kesempatan itu, Sakir juga memuji kekompakan sekaligus kemandirian KKN 030. Mereka sanggup menuntaskan berbagai persoalan serta kreatif selama KKN. “Mereka dapat menerjemahkan dan memberikan solusi kepada masyarakat,” pujinya.

Anggota KKN 030 Ilham Akbar menceritakan, ada sejumlah kendala yang ditemui di lapangan. Salah satu contohnya ketika membuat SID. Tim KKN 030 terpaksa harus turun gunung ke wilayah perkotaan. Sebab, jaringan internet di Dusun Temanggung tidak begitu memadai. Kendati begitu, mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum ini memastikan, pengoperasian SID tak akan terganggu. “Untuk sekadar input data atau menghapus bisa dengan handphone,” tuturnya.

Lalu, siapa yang menjadi administrator SID ini? Akbar mengaku tim menunjuk dukuh Temanggung sebagai administrator. Tim juga telah membekali dengan beragam pelatihan. Toh, tim juga telah memberikan buku panduan pengoperasian SID. “Nanti bu dukuh juga bisa menunjuk satu admin di setiap RT,” katanya.

PENOMORAN RUMAH

Penomoran rumah juga menemui kendala. Mahasiswa berkaca mata ini mengungkapkan, kondisi permukiman di Dusun Temanggung berbeda dengan di perkotaan. Lokasi rumah banyak yang tersebar. Itu diperparah dengan banyaknya bangunan baru. Untungnya, pemerintah desa membantu dengan memberikan data sekaligus mendampingi pemasangan nomor. “Karena banyak penghuninya yang keluar rumah untuk menjaga tanaman,” ujarnya.

Agar penanganan berbagai kebutuhan Dusun Temanggung semakin tuntas, KKN 030 telah menyusun rencana tindak lanjut (RTL). Itu sebagai acuan kinerja tim KKN berikutnya.

Kini, tim KKN 030 telah kembali. Namun, Akbar mengaku masih punya kesan mendalam. Terutama, terkait dengan kekompakan KKN 030. Kendati dari berbagai jurusan dan tidak saling mengenal sebelumnya, anggota tim ini mampu meminggirkan ego masing-masing. (*/zam/laz/mg1)