KULONPROGO – Razia gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Polres Kulonprogo di Pantai Glagah mendapati enam pasang pria wanita ngamar, Rabu (21/2). Razia tersebut menegakkan Perda DIJ 18/1954 tentang larangan pelacuran di tempat umum.

Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP Kulonprogo Duana Heru mengatakan 12 orang tersebut bukan pasangan suami istri. Mereka menginap di penginapan sekitar Pantai Glagah. Tiga pasang warga Kulonprogo, dua pasang warga Purworejo dan satu pasang warga Sleman.

Mereka terdiri dari T, 48, warga Purwodadi berpasangan dengan SR, 49, asal Purworejo; R, 43, warga Godean dengan DL, 37; SD, 32, asal Temon dengan NS, 25, asal Nanggulan; S, 30, asal Pengasih dengan S, 35, asal Sentolo; S, 53, asal Kalibawang dengan SL, 41, asal Kalibawang; dan R, 38, asal Purworejo dengan SN, 24, asal Purworejo.

“Aggota kami melakukan pendataan dan menyidik pelaku dengan memeriksa KTP. Mereka diharuskan menjalani sidang tipiring (tindak pidana ringan),” kata Duana.

Kasi Penindakan dan Penyidikan Satpol PP DIJ Edhy Hartana mengatakan razia tersebut untuk menjaga situasi kondusif di Kulonprogo. Razia tersebut dilakukan untuk menekan angka pelacuran di Kulonprogo. (tom/iwa/mg1)