PURWOREJO-Budidaya Kambing Kaligesing atau yang dulu kerap dinamakan kambing peranakan etawa (PE) memang menunjukkan penurunan kuantitas. Keengganan anak muda menekuni budidaya ternak ini salah satu penyebabnya.

Fakta ini disampaikan sejumlah peternak. Toto Sugarto misalnya. Warga Donorejo, Kecamatan Kaligesing, mengakui generasi muda sekarang memilih jenis pekerjaan lain yang dianggap lebih menjanjikan ketimbang menjadi peternak kambing.”Menjadi peternak kambing mungkin memang kurang gaul jika dibandingkan pekerjaan lain,” jelasnya.

Menurutnya, pemahaman seperti itu sah-sah saja. Namun, dia juga berusaha membalikkan pemahaman itu. Karena dia sendiri dulu pernah menjadi manajer teknik dan memilih pulang kampung dan mengembangkan kambing Kaligesing ini. “Panggilan hati itu dikarenakan semakin dikenalnya kambing Kaligesing, namun berasal dari berbagai wilayah di luar Purworejo,” tambahnya.

Karena itu, dia ingin Kaligesing sebagai sentra kambing itu bisa bangkit kembali dan menunjukkan kepada publik jika semuanya masih ada di Kaligesing. “Terus terang saya tidak ingin terjebak dalam pola pengembangan lama. Saya berusaha memakai teknologi modern. Kita tidak perlu bersusah payah mencari pakan hijau, karena ada pakan fermentasi yang ternyata sangat bagus untuk kambing,” tambahnya.

Pelan tapi pasti, usahanya semakin berkembang dan dikenal luas. Tidak ingin terlena dengan kondisi yang ada, dia berusaha lebih mengembangkan diri dengan membangun edufarm di tempat tinggalnya.

Lewat kegiatan ini dia ingin mengenalkan jika peternakan kambing itu bukanlah pekerjaan yang bau dan kotor. Dan semua diwujudkan dalam kandang permanen dan bersih. “Banyak orang yang ingin lebih mengenal peternakan kambing Kaligesing. Edufarm ini ternyata cukup diminati,” jelas Toto.

Dengan penawaran harga yang menarik, mereka yang ingin menimba ilmu diberikan alternatif paket yakni kilat, medium dan profesional. Setiap paket memiliki waktu berbeda dimana paket kilat yang hanya 3 hari lebih kepada pengenalan. Sementara medium diberikan materi lebih mendalam. Sedangkan paket profesional selama 1 bulan seluruh peserta akan diikutkan seluruh proses yang ada. “Di profesional kamimemberikan manajemen pemilihan bibit, pakan, perawatan sampai analisis bisnis. Kami juga membuka ruang konsultasi hingga mereka mahir mengembangkan kambing Kaligesing ini,” katanya.

Toto berharap yang dilakukannya bisa memberikan spirit bagi masyarakat untuk mengembalikan kejayaan kambing Kaligesing.

Anggota DPRD Kabupaten Purworejo Kons Gudyono berharap ada tindakan lebih dari pemerintah daerah agar pengembagan kambing Kaligesing bisa optimal. Bahkan jika ada kontes kambing Kaligesing, ternyata jarang bisa dimenangi oleh Purworejo.”Ini pasti ada yang salah. Harus dicarikan solusinya,” ujar politisi Partai Golkar ini. (udi/din/mg1)