GUNUNGKIDUL – Perkembangan sektor pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan destinasi. Namun juga bisa dipadukan dengan bidang lain agar perekonomian warga meningkat.

“Melimpahnya singkong diharapkan dipadukan dengan wisata,” kata Sekda Gunungkidul Drajat Ruswandono saat peluncuran pembibitan Singkong Gatotkaca di Desa Kemiri, Kecamatan Tanjungsari Rabu (21/2).

Ubi kayu dan turunannya diharapkan dapat diolah menjadi oleh-oleh khas. Saat ini Gunungkidul terus mengembangkan varietas Singkong Gatotkaca.

“Keunggulan Singkong Gatotkaca terletak pada hasil buah yang besar dan banyak,” ujar Drajat.

Dengan potensi luas lahan lebih dari 50 hektare bisa dikembangkan dengan maksimal. Idealnya luas lahan satu hektare bisa menghasilkan 25 ton, namun belakangan masih 15 ton per hektare.

“Kendalanya ada pada tingkat masa tanam yang lama (sekitar sembilan bulan),” kata Drajat.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul Bambang Wisnu Broto mengatakan Singkong Gatotkaca disukai petani karena mengandung tepung tinggi.

“Banyak ditanam petani untuk dibuat bahan baku ketela kering atau gaplek,” kata Bambang.

Pembibitan Singkong Gatotkaca hasil kerja sama pemkab dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIJ.

Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIJ Dwi Kuswantoro mengatakan, Gunungkidul memiliki potensi singkong cukup besar.

“Namun karena upaya pemberdayaan masih konvensional membuat produktivitas singkong kurang maksimal,” kata Dwi Kuswantoro. (gun/iwa/mg1)