SLEMAN – Para petani di wilayah Sleman dituntut untuk berinovasi dalam mengembangkan budi daya pertanian. Tujuannya agar dapat memengaruhi produktivitas pertanian.

“Menjawab tantangan inovasi di bidang pertanian dengan menggalakkan pola tanam jajar legowo. Pola tanam ini diharapkan dapat diterapkan kelompok tani yang menerima bantuan,” ujarnya saat panen raya padi dengan varietas Ciherang yang dikembangkan oleh anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Agro Jogotirto Mandiri di Dusun Jogotirto, Kecamatan Berbah, Rabu (21/2).

Menurutnya, pola tanam ini berimplikasi pada kemudahan dalam pemberian pupuk dan pengendalian organisme penggangu serta kemampuan dalam menjaga kesuburan tanah. “Karena ada jarak tanam, yang kemudian berpengaruh pada peningkatan hasil produksi,” ujar SP, sapaannya.

Berkaitan dengan hal ini, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan juga diharapkan dapat terus memotivasi petani agar semakin inovatif dan dapat memanfaatkan teknologi tepat guna untuk menaikkan produktivitas pertanian.

Pemkab Sleman juga mewajibkan penambahan pupuk organik sebagai upaya dalam menjaga kualitas hasil produksi yang aman bagi kesehatan, adanya pola tanam dan pemupukan berimbang serta menggalakkan pertanian pangan yang ramah lingkungan.

“Sebanyak 2,5 hektare dari keseluruhan luas lahan yaitu 18 hektare telah memakai pupuk organik yang sudah dimulai sejak 2007, sisanya masih dalam proses menuju ke sana,” ujar SP yang juga memberikan bantuan sembilan traktor ke gapoktan. (ita/ila/mg1)