(GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA)

BANTUL – PS Tira Bantul bisa sedikit bernafas lega. Sebab, Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul yang akan menjadi calon markas baru tim Liga 1 tersebut dinyatakan lolos verifikasi. Namun, SSA masih mendapat beberapa catatan dari operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Beberapa fasilitas tersebut harus dilengkapi sebelum batas waktu yang diberikan. “Kami bersyukur sudah lolos verifikasi. Meski ada catatan yang harus diperbaiki dan kami lengkapi. Misalnya loker di ruang ganti pemain,” ungkap Sekretaris Umum (Sekum) PS Tira Yandri Rabu (21/2).

Selanjutnya, pihak manajemen akan segera melaksanakan rekomendasi dari operator tersebut sembari menyiapkan kedatangan sejumlah petinggi klub yang akan datang ke Bantul pada pekan ini.

Rencananya para petinggi klub berjuluk The Army itu akan menemui Muspida Bantul untuk melakukan koordinasi terakhir. Sebab, akhir Februari ini, tim besutan Rudy Eka

LENGKAP: Loker Room di Stadion Sultan Agung juga mendapatkan perhatian khusus saat diverifikasi. (SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA)

Priyambada tersebut dijadwalkan sudah merapat ke Bantul dan akan berhome base untuk satu musim ke depan.”Nanti kami bicarakan juga terkait pemenuhan kekurangan-kekurangan yang direkomendasikan operator untuk stadion,” lanjut pria yang juga anggota TNI aktif berpangkat kapten ini.

Manajemen PS Tira memang harus segera berbenah terutama melengkapi rekomendasi operator untuk stadion. Sebab, sebagaimana

MEMADAI: Verifikasi terhadap ruang kesehatan yang ada di Stadion Sultan Agung (SSA). (SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA)

tertulis dalam surat PT LIB nomor 048/LIB/II/201 manajemen PS Tira diberikan kesempatan melengkapi hal-hal yang direkomendasikan dengan tenggat waktu sampai 19 Maret mendatang.

Dalam surat itu dikatakan pula, sebelum tenggat waktu berakhir status infrastruktur stadion belum juga dilengkapi maka klub tidak dibolehkan bermain di stadion tersebut. Dalam masa perbaikan tersebut, klub PS Tira dapat menominasikan stadion alternatif lain yang disampaikan secar tertulis kepada LIB selambat-lambatnya 20 Maret 2018. (riz/din/mg1)