KULONPROGO – Melengkapi pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA), pemerintah akan membangun jalan bawah tanah (underpass) di jalan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Jalan tersebut sejauh satu kilometer.

Lokasi underpass di bawah trase JJLS Congot-Ngreneng. Pemerintah Pusat sudah mengalokasikan dana Rp 305 miliar untuk pembangunan underpass tersebut.

Anggaran tersebut hampir sama dengan empat tahun anggaran pembangunan infrastruktur oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo.

Kepala Bidang Binamarga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Kulonprogo Nurcahyo Budi Wibowo mengatakan belum lama ini pihaknya diundang Kementerian Koodinator Bidang Perekonomian di Jakarta.

Pertemuan itu diikuti Satker P2JN (Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional) dan unsur Dirjen Perhubungan.

“Dalam pertemuan itu kami hanya dimintai masukan. Sempat dibahas desain dan kontruksi underpass. Pembangunannya akan disesuaikan kondisi di lapangan,” kata Nurcahyo Kamis (22/2).

Sebelumnya ada rencana JJLS dialihkan ke utara melewati utara calon terminal bandara. Namun dalam pertemuan tersebut akhirnya diputuskan membangun underpass.

Target pembangunan rencana dibarengkan dengan pekerjaan pembangunan NYIA. “Perencanaan dan pembangunan tentunya akan disinkronkan dengan pekerjaan pembangunan bandara,” katanya.

Lokasi underpass di sebelah utara terminal bandara. “Berdekatan dengan tempat parkir dan stasiun KA bandara,” kata Nurcahyo.

Terkait pengadaan tanah, lokasi pembangunan underpass ada di luar kawasan bandara. “Pengadaan tanah diserahkan ke Provinsi. Underpass tersebut menjadi salah satu akses ke bandara,” kata Nurcahyo. (tom/iwa/mg1)