PURWOREJO-Pekerja Migran Indonesia (PMI) mulai menemukan titik terang. Pihak imigrasi Malaysia telah menyelesaikan pemeriksaan dan pihak agen yang menyalurkan PMI ke PT Dominant telah membayar denda atas kesalahan yang dilakukan.

“Informasi terakhir yang kami terima, agen yang menjadi mitra PT Dian Yogya Perdana sudah membayarkan denda akibat kesalahan penempatan tenaga kerja yang berakibat pada penahanan itu,” kata Kasi Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Purworejo, Trimo, Kamis (22/2).

Pembebasan para pekerja migrant ini, termasuk 37 di antaranya berasal dari Purworejo, tinggal menunggu waktu. Beberapa kebijakan juga telah diberikan kepada pekerja. Mereka diberikan keleluasaan untuk memilih. “Ada opsi bagi para PMI, apakah ingin tetap bekerja atau pulang, semua telah disiapkan oleh pihak agen,” jelas Trimo.

Jika masih memilih bertahan atau bekerja di Malaysia, pihak agen siap menerbitkan kembali dokumen dan menempatkan pekerja sesuai kontrak yang ada. Andaikan ingin pulang ke Indonesia lagi, agen juga akan memfasilitasi biaya perjalan hingga tiba di bandara terakhir. “Bagi pekerja yang ditahan dan tidak bisa bekerja lebih dari 35 hari, dari pihak agen juga tetap memberikan kompensasi sesuai gaji yang diterima selama ini,” imbuh Trimo.

Trimo memaparkan jika perbaikan dokumen kerja bagi para pekerja migran tidak saja diperuntukkan bagi pekerja yang ditahan, akan tetapi seluruh pekerja yang berada di bawah agen mitra PT Dian Yogya Perdana. “Pihak agen sudah berusaha maksimal melakukan penanganan terbaik bagi para PMI yang ditahan. Demikian halnya untuk menghindari kasus serupa terhadap pekerja migran yang lain, dokumen yang dimiliki ditinjau kembali diperbaiki sesuai kebutuhan,” tambahnya.

Trimo terus melakukan komunikasi dengan Direktur PT Dian Yogya Perdana, Darsum yang masih berada di Malaysia. Pihaknya masih menunggu kabar tentang pembebasan para pekerja tersebut. (udi/din/mg1)