SLEMAN – Unit Pengelola Kegiatan (UPK) DIJ bekerja sama dengan PT Tri Gatra Ventura dan Dinas Koperasi dan UKM DIJ menggelar sarasehan bertajuk Mitra Pemberdayaan Ekonomi Rakyat. Diikuti 100 peserta anggota UPK dari DIJ, Klaten, Solo Raya, dan Poso, acara ini diselenggarakan di Hotel Platinum Adisucipto, Kamis (22/2).

Ketua Asosiasi UPK DIJ Agus Triono mengatakan, acara ini merupakan diskusi untuk meningkatkan kualitas peserta dalam hal memberikan pemberdayaan kepada masyarakat. Selain itu acara ini juga merupakan upaya mengenjot aktivitas ekonomi kerakyatan agar lebih berkembang.

“Sebagai sebuah asosiasi yang telah nyaman di sektor pemberi pinjaman kami merasa perlu untuk membentuk unit usaha baru yang memiliki kekuatan hukum. Di mana goal-nya adalah mengembangkan aktivitas ekonomi rakyat lewat pembentukan koperasi,” jelasnya.

Adapun jenis usaha yang dibidik UPK saat ini adalah retail dalam bentuk grosir. Harga yang ditawarkan tentunya dibawah harga pasar dengan kualitas prima. “Kami nggak mau bisnis muluk-muluk ya, yang penting bisa mendukung daya beli masyarakat sehingga memperbaiki inflasi yang ada,” katanya.

Calon investor sekaligus Direktur PT Tri Gatra Ventura Reno E. Tidayoh memaparkan, untuk menekan inflasi perlu adanya pembenahan di level ekonomi rakyat. Jika saat ini daya beli masyarakat tengah menurun maka sebagai lembaga keuangan perlu melakukan pendampingan guna mengedukasi masyarakat agar mereka berkembang.

“Misalnya begini di sebuah desa, ada pelaku UKM yang memiliki produk katakan saja gamis. Produknya sih bagus-bagus tapi karena nggak bisa jualnya, usaha mereka akhirnya stagnan dan tidak berkembang,” ucapnya.

Namun dengan keberadaan koperasi, maka si pemilik UKM ini nantinya akan diberdayakan bagaimana cara menjual dagangannya. Tentunya dengan edukasi yang baik.

“Intinya kegiatan ini mendukungmemberdayakan dan mengedukasi masyarakat bagaimana mengelola bisnis dengan baik melalui pinjaman. Karena kami tahu di masyarakat, kerap kali pinjaman yang mereka pinjam justru digunakan untuk hal-hal di luar bisnis,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM DIJ Sultoni sangat mengapresiasi acara ini. Sebagaimana program pemerintah pihaknya berharap acara ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sekaligus mengembangkan ekonomi rakyat.

Dia mengaku, tak dapat dipungkuri saat ini pemerintah DIJ mempunyai tiga permasalahan yang belum terselesaikan. Yakni bagimana mengurangi tingkat kemiskinan dan kesenjangan sosial yang masih tinggi dan jumlah pengangguran yang juga masih banyak.

“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) angka kemiskinan di DIJ kini mencapai 14,5 persen. Kesenjangan sosial tertinggi yakni 0,44 persen, dan angka pengangguran juga lumayan,” jelasnya.

Dalam kesempatan kemarin juga terbentuk Koperasi Nasional Mitra Pemberdayaan Rakyat atau Kopnas MPR. Kopnas MPR ini dipimpin oleh Reno E. Tidayoh sebagai ketua umumnya. (**/met/ila/mg1)