GUNUNGKIDUL – Kapolda DIJ Brigjen Polisi Ahmad Dhofiri menemui ulama dan tokoh agama di Gunungkidul. Silaturahmi tersebut untuk menjaga stabilitas negara.

Kegiatan berlangsung di Pondok Pesantrean (Ponpes) Darul Quran, Wonosari Kamis (22/2). Muaranya adalah dalam rangka menjaga kerukunan dan ketentraman di masyarakat.

“Ulama dan tokoh agama memiliki peran penting menjaga stabilitas negara,” kata Ahmad Dhofiri usai acara.

Ulama dan tokoh agama diharapkan memberi pencerahan kepada masyarakat agar jangan mudah terpancing isu-isu Sara (suku, agama, ras, dan antar-golongan). Jangan sampai terpancing dengan informasi berita bohong yang tersebar melalui media sosial.

“Daerah Istimewa Jogjakarta merupakan miniatur Indonesia. Banyak masyarakat dari berbagai daerah tinggal di Jogja,” ujar Ahmad Dhofiri.

Dia berpesan jika pertentangan muncul harus disikapi dengan baik. Tanpa memberi persepsi apapun sehingga tidak bias. Dengan begitu Jogjakarta akan tetap dikenal dengan sebutan kota yang penuh toleransi.

“Masyarakat hendaknya jeli memilah infomasi di media sosial. Karena banyak informasi sengaja disebarkan orang tidak bertangung jawab untuk memperkeruh suasana,” ingat Ahmad Dhofiri.

Ketua Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) Gunungkidul Iskanto mengatakan kondisi umat beragama di Gunungkidul cukup harmonis. Tidak ada yang membuat pecah.

“Terkait dengan berita di media sosial. Kami mengajak semua tokoh agama untuk selalu tabayyun (melakukan verifikasi) terhadap kabar yang beredar,” kata Iskanto. (gun/iwa/mg1)