SLEMAN – Upaya pencarian Revina Nadya Yuana, 5, putri Wandi, 38, dan Mei Suprapti, 35, belum membuahkan hasil. Tak ingin hanya mengandalkan laporan ke polisi, pasangan suami istri ini melakukan pencarian mandiri ke sejumlah daerah di DIJ.

Wandi mengaku telah menghimpun informasi dari berbagai pihak. Termasuk kepada teman-teman dan keluarga pelaku, Suyono, 40. Sayangnya usaha pria yang berprofesi sebagai wiraswasta ini belum membuahkan hasil. Terbukti seluruhnya mengaku tidak mengetahui keberadaan Suyono.

“Mulai dari tempat kerja Suyono di kawasan Ngupasan Gondomanan hingga rumahnya tidak ada info. Semoga tidak ada yang ditutup-tutupi,” katanya ditemui Kamis (22/2).

Untuk saat ini pencarian Revina masih seputar DIJ. Adanya informasi hingga Kendal belum dia respons. Wandi meyakini Suyono belum sampai keluar provinsi.

Pencarian ini mulai dari menyusuri wilayah-wilayah yang biasa menjadi tempat nongkrong Suyono. Dia bersama istri juga menyebarkan selebaran. Berupa foto Revina dan Suyono ke seluruh warga yang ditemuinya.

“Akan terus mencari selain menunggu kabar dari polisi. Saya cuma ingin Revina kembali lagi,” ujarnya.

Mereka pun menyusuri wilayah Wates, Kulonprogo. Itu berdasarkan informasi yang mereka terima, bahwa anaknya dan pelaku terlihat di seputaran Alun-Alun Wates.

“Saat ini yang saya khawatirkan nasih anak saya. Terlebih hingga saat ini belum ada komunikasi dengan pelaku,” ungkapnya.

Mei Suprapti turut angkat bicara tentang pencarian ini. Menurutnya Suyono adalah sosok yang baik. Sayangnya sifat untuk memiliki dirinya dan Revina sangat tinggi. Alhasil muncul aksi nekat dengan membawa Revina tanpa kabar.

Munculnya sifat kasar Suyono belum terlalu lama. Mei mengakui sempat ada hubungan istimewa diantara keduanya. Setengah hati dirinya mengakui pernah berselingkuh dengan Suyono meski telah menikah dengan Wandi.

Terpisah, Kabid Humas Polda DIJ AKBP Yulianto menuturkan belum ada info terbaru. Saat ini penyidikan telah dilakukan oleh jajaran Polsek Tegalrejo dan Polrestabes Jogja. Mengenai detail penculikan tergolong rumit, terlebih hubungan antara pelaku dan orang tua korban.

“Tim masih bergerak mencari posisi terakhir pelaku dimana. Secepatnya akan segera ditemukan dengan menggali informasi dari berbagai sumber,” ujarnya. (dwi/ila/mg1)