JOGJA – Ketua Umum Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIJ Bambang Giri Dwi Kuncoro menyetujui pengunduran diri dua dari tiga eksekutif komite (exco) Asprov. Keduanya yakni wakil ketua umum Dwi Irianto dan anggota exco Gutoyo. Sementara exco lainya yang juga ingin mundur yaitu Sukoco masih belum direstui mundur.

Bakun sapaan Bambang Kuncoro mengatakan, pihaknya menyetujuipengundurandiri Waketum Dwi Irianto sebab alasan yang diungkapkan masuk akal. Yakni karena Mbah Putih, sapaan Dwi Irianto, memilikikesibukan di PSSI Pusat. Hal yang sama juga berlaku untuk Gutoyo. Ketua asosiasi SSB DIJ itu menurutnya tidak lagi menjalin komunikasi setelah mengajukan mundur.

“Khusus Pak Dwi, karena sumbangsih beliau tetap kami perlukan. Jadi mungkin akan kami masukkan dalam dewan pembina, agar tetap bisa berkontribusi bagi persepakbolaan DIJ,” ungkapnya Jumat (23/2).

Menyikapi kondisi tersebut,Komisi Pemilihan (KP) Asprov akan menggelar pertemuan kembali pada pekan ini. Salah satu Anggota KP Asprov DIJ Ediyanto menyebut pertemuan KP selanjutnya akan membahas tenggat waktu yang telah diberikan PSSI Pusat untuk penyelesaian internal asprov. Sebab sebelumnya PSSI melalui Sekjen Ratu Tisha mengatakan memberi waktu sampai akhir Februari untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Hal tersebut memang harus segera diselesaikan. Sebab terhitung sejak kongres di awal Desember 2017 lalu, Asprov DIJ belum melakukan program kerja. Apalagi dalam waktu dekat akan ada Liga 3 regional provinsi yang perlu segera diputar. Jika konflik yang terjadi internal tidak kunjung selesai akan menggangu persiapan tim Liga 3 yang diputar April mendatang.

Termasuk beberapa waktu belakangan banyak pihak yang kesulitan mengakses kantor Asprov terutama yang ingin melegalisir surat-surat. Termasuk meminta surat pengantar mengikuti seleksi baik PPLP ataupun PAB. “Kami terus mengupayakan segera selesai. Apapun perkembangannya kami laporkan ke PSSI,” kata Ediyanto. (riz/din/mg1)