PURWOREJODeadline yang diberikan Pemkab Purworejo tampaknya tidak diindahkan oleh eks pedagang kaki lima Alun-alun Purworejo. Hingga batas waktu akhir gelombang kedua 21 Februari pukul 16.00, tidak ada yang mendaftarkan diri.

Tercatat dari total 49 eks PKL Alun-Alun, baru ada 21 pedagang yang sudah menyatakan masuk dalam Romansa Kuliner Purworejo (RKP). Sementara 28 orang memilih untuk bertahan dan mengajukan sejumlah keberatan terhadap kebijakan yang diberikan oleh pemkab.

“Tidak ada penambahan lagi, seperti kemarin itu sebanyak 21 orang,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DinKUKMP) Kendrasmoko saat ditanya tentang jumlah pedagang yang mendaftarkan diri (22/2).

Kendrasmoko masih engan membicarakan tindakan lebih jauh tentang pengisian RKP yang belum terisi. Masalah itu akan dibicarakan dalam rapat tim yang akan dilakukan Senin pekan depan. “Kebijakan selanjutnya masih akan dibahas Senin besok,” tambahnya.

Dikatakan, pemkab telah berusaha merangkul eks PKL agar melakukan pendaftaran untuk menempati apa yang menjadi haknya. Pembangunan RKP yang memanfaatkan tanah milik Kodim 0708/Purworejo merupakan salah satu upaya pemkab menata wajah kota.

Kegiatan ini untuk mendukung penataan Alun-Alun di mana di lokasi itu tidak boleh ada PKL. “Secara prinsip kami masih menunggu perkembangan dinamika yang ada. Karena saat ini proses mediasi masih terus dilakukan,” jelasnya.

Hingga kini penyelesaian perkara yang menguras energi itu belum ada putusan. PKL bersikeras meminta dikembalikan ke Alun-Alun untuk berjualan seperti semula. Sedangkan pemkab menyediakan Romansa Kuliner yang representatif atas pemindahannya.

Tarik ulur penempatan pedagang kaki lima cukup menarik perhatian banyak pihak, di antaranya Wakil Ketua DPRD Purworejo Yophi Prabowo. Menurutnya, pembuatan RKP memang dimaksudkan untuk menampung PKL yang selama ini di Alun-Alun Purworejo dengan harapan akan menjadikan tampilan jantung kota itu lebih tertata.

“Sebenarnya eman-eman kalau PKL tidak mengambil tempat di Romansa Kuliner. Andaikan ditawarkan ke pihak lain, tentu banyak yang menyambut karena keberadaannya yang sangat pas dan di tengah kota. Apalagi saat ini Alun-Alun juga semakin ramai sebagai tempat kunjungan warga,” ujar Yophi. (udi/laz/mg1)