BANTUL – Wakil Bupati Abdul Halim Muslih Abdul Halim Muslih akhirnya merespons kabar ketidakhamonisan hubungannya dengan Bupati Bantul Suharsono. Ketua DPC PKB Bantul ini menegaskan bahwa informasi tersebut hoax. “Tidak benar itu. Kami sangat harmonis,” tegas Halim, sapaannya di Kompleks Parasamya, Jumat (23/2).

Politikus yang tinggal di Singosaren, Wukirsari, Imogiri ini juga menganggap kabar dia bakal bercerai dengan Suharsono pada 2021 juga tak kalah bohongnya. Sebab, kabar ini tak sesuai dengan fakta di lapangan. “Kami senantiasa menjaga keharmonisan demi jalannya pemerintahan lebih baik,” ucapnya.

Kendati kabar ini sangat menyudutkan, bekas anggota DPRD DIJ ini mengaku tidak mengetahuinya. Halim juga merasa tak tertarik untuk menelusurinya. “Tidak penting untuk mengetahui siapa mereka,” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris DPC Partai Gerindra Bantul Darwin Putu Arta. Darwin, sapaannya mengungkapkan, berhembusnya kabar ini tidak hanya belakangan ini saja. Kabar serupa pernah mencuat beberapa waktu lalu. “Di tahun-tahun politik seperti sekarang muncul lagi,” keluhnya.

Bagi Darwin, kabar ini sangat merugikan. Sebab, bisa memanaskan situasi politik di Kabupaten Bantul yang belakangan ini mulai kondusif. Kendati begitu, Darwin yakin masyarakat bisa menilai kondisi yang sebenarnya. “Saya sering melihat beliau-beliau ini sering koordinasi,” tuturnya.

Berbeda dengan Halim, Darwin mengaku tertarik menelusuri siapa yang menghembuskan kabar ini. Sebab, kabar ini sengaja dihembuskan untuk mengganggu stabilitas di lingkungan pemkab Bantul. “Masih meraba-raba,” ujar Darwin ketika disinggung siapa yang menghembuskan.

Sekretaris DPC PKB Bantul Subhan Nawwawi mengaku santai mendengar kabar miring ini. Baginya, hal tersebut merupakan bagian dinamika politik.

Sebagaimana diketahui, Benteng Kedaulatan Kamis (22/2) lalu mempertanyakan kabar kerenganggan ini kepada Bupati Bantul Suharsono. Saat itu, Suharsono juga sempat mendengarnya. Kendati begitu, pensiunan perwira menengah Polri ini memastikan, informasi tersebut sengaja dihembuskan untuk mengadu domba. (zam/din/mg1)