GUNUNGKIDUL – Sampah menjadi persoalan serius di tengah perkembangan pariwisata Gunungkidul. Edukasi tentang pengelolaan sampah mendesak dilakukan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Agus Priyanto mengatakan volume sampah di TPAS Wukirsari, Baleharjo, Wonosari terus meningkat. Dalam satu bulan volume sampah mencapai lebih dari 3.000 meter kubik.

“Persisnya selama Januari 2018 volume sampah 3.477 meter kubik,” kata Agus Priyanto usai memperingati Hari Sampah Nasional Jumat (23/2).

Situasi tersebut harus disikapi dengan serius. Salah satunya dengan menambah peralatan baru yang bisa memantau volume sampah.

“Kami juga terus berupaya mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah,” ujarnya.

Diberi edukasi mengenai pengelolaan sampah mandiri sehingga memiliki nilai ekonomi. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos.

“Masyarakat didorong membentuk komunitas kecil. Intinya, setelah dikelola mandiri, sampah paling akhir baru masuk ke TPAS,” kata Agus.

Setiap tahun volume sampah terus melonjak. Pada Januari 2016 volume sampah 3.162 meter kubik, kemudian di 2017 pada bulan yang sama 3.654 meter kubik.

“Kami berupaya agar 144 desa memiliki bank sampah. Dengan demikian masyarakat mampu mengelola sampah dengan mandiri sebelum dibuang ke TPAS,” kata Agus.

Sampah di lokasi wisata juga harus mendapat perhatian. Tahun ini Dinas Lingkungan Hidup mengelola sampah yang sebelumnya dikelola Dinas Pariwisata.

“Sejauh ini ada 22 orang petugas kebersihan lokasi wisata, memang masih kurang. Ke depan tidak hanya petugas, tetapi peralatannya akan kami tambah,” kata Agus.

Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan kebersihan objek wisata merupakan kewajiban. Membutuhkan keterlibatan masyarakat.

“Acara sadar sampah jangan hanya sebatas pidato, tetapi aksi nyata,” kata Immawan. (gun/iwa/mg1)