Anggota MPR RI Ahmad Hanafi Rais kembali mengingatkan pentingnya membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Kualitas SDM menjadi prasyarat utama menjalankan pembangunan. Tanpa kualitas SDM yang memadai, maka kemajuan sebuah bangsa akan menghadapi kendala.

“Karena itu peningkatan kualitas SDM menjadi investasi pembangunan jangka panjang dan berjenjang,” ujar Hanafi saat mengadakan dengar pendapat di Joglo Pandeansari, Condongcatur, Sleman, Minggu (11/2). Dengar pendapat itu mengambil tema “Arah dan Tahapan Pembangunan Bidang SDM dan Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek)”.

Lebih jauh dikatakan, negara-negara berkembang seperti Indonesia kerap dihadapkan pada realitas terbatasnya kualitas dan produktivitas SDM. Untuk mengatasi keterbatasan itu, maka perlu kebijakan dan strategi melalui peningkatan bidang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan dan lainnya. “Termasuk penguasan Iptek serta teknologi informasi,” ujar wakil ketua Komisi I DPR RI ini.

Hebatnya pendidikan menjadi cermin tingginya kualitas SDM. Sebab, pendidikan menjadi tolok ukur mutu SDM sebuah bangsa. “Arah kebijakan pembangunan bidang pendidikan adalah meningkatkan dan mengembangkan kualitas dan kuantitas pendidikan formal dan nonformal,” lanjutnya.

Dengar pendapat itu juga menghadirkan tokoh pemuda asal Gunungkidul Sugeng Nurmanto. Dia mengatakan, peningkatan kualitas pendidikan formal dimulai sejak pendidikan anak usia dini (PAUD).

Dilanjutkan SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/SMK dan MA. Sedangkan pendidikan nonformal meliputi pendidikan luar sekolah seperti kursus-kursus dan pendidikan keaksaraan fungsional.

Sugeng juga menyoroti pembangunan bidang kesehatan. Menurut dia, kekurangan gizi menjadi salah satu penyebab terjadinya gangguan kesehatan dan kematian yang prematur.

Persyaratan minimal mengenai kebutuhan kalori, protein, vitamin dan unsur-unsur mineral harus diperhatikan dari sudut mutu SDM. Ini akan memengaruhi pertumbuhan fisik maupun kemampuan nalar dan perkembangan mental SDM.

Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, kata Sugeng, dilakukan melalui berbagai hal. Di antaranya, peningkatan tenaga kesehatan yang profesional, sarana prasarana kesehatan, obat dan perbekalan kesehatan.

Selain itu, meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan pemberian jaminan kesehatan. Terutama bagi masyarakat kurang mampu. “Juga dengan peningkatan jenis pelayanan sampai dengan pengobatan paripurna,” terang pria asal Karangmojo, Gunungkidul, ini.

Sugeng juga mengingatkan pentingnya dukungan teknologi, Di mata dia, teknologi menjadi alat memberikan manfaat dan kemudahan. Keberadaan teknologi mendukung kebutuhan peningkatan kualitas SDM.

“Tantangan utama SDM yang harus dijawab adalah peningkatan kemampuan untuk menciptakan organisasi yang efisien, efektif dan produktivitas yang tinggi,” jelas Sugeng. (kus/laz/mg1)