JOGJA – Sebanyak 68 siswa-siswi SD Karangmloko II, Sleman, mengunjungi kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) DIJ, Rabu (23/2). Mereka belajar outing class (pelajaran di luar sekolah) untuk mengetahaui sarana dan prasarana Basarnas seperti alat apung, jetsky, dan perahu karet berikut fungsi-fungsinya.

Kepala Sekolah SD Karangmloko II Tatik Ambarwati mengatakan, melalui pembelajaran interaktif ini mereka dapat lebih mudah memahami bagaimana tim Basarnas berlatih dan bekerja saat terjadi bencana. Terutama bencana gempa bumi dan banjir.

“Misalnya saat terjadi bencana gempa bumi, ada beberapa hal yang harus mereka lakukan, yaitu harus melindungi kepala, menjauhi kaca, berlindung di bawah kolong meja, dan mencari tempat yang lapang dan tidak boleh panik saat terjadi bencana,” katanya.

Simulasi ini merupakan salah satu upaya pengurangan risiko bencana yang dilakukan dengan menanamkan budaya keselamatan kepada masyarakat sejak usia dini. Jika anak-anak di usia dini sudah memahami pentingnya budaya keselamatan, nantinya diharapkan jumlah korban saat terjadi musibah atau keselamatan akan berkurang secara signifikan. (sky/laz/mg1)