BANTUL – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengapresiasi sikap Presiden Joko Widodo terkait pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF) kasus penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Dengan catatan Presiden mengintruksikan kepolisian terlebih dulu untuk mengungkap kasus ini. “Agar bisa mengungkap kasus ini dengan baik,” jelas Mahfud usai menghadiri audiensi Parampara Praja di Kompleks Parasamya, Jumat (23/2).

Pakar Hukum Tata Negara ini berpendapat Korps Bhayangkara seharusnya tak kesulitan untuk mengungkap siapa pelakunya. Itu merujuk track record kepolisian yang kerap mengungkap berbagai kasus pelik. Kendati begitu, Mahfud menengarai kepolisian menemui sejumlah kendala. Dengan begitu, pembentukan TGPF sebagai solusi yang tepat.”Lebih objektif nanti kalau kesimpulannya dibentuk TGPF,” ucapnya.

Berdasar pencermatannya, kinerja TGPF sangat meyakinkan. Berbagai kasus besar yang sulit terungkap bisa selesai di tangan tim ini. Contohnya, kasus pembunuhan Munir dan kerusuhan Mei 1998. Lalu, siapa yang tepat menjadi anggota TGPF? Menurutnya, siapa saja yang memiliki keahlian di bidang penyelidikan dan penyidikan.”Dan orang-orang yang bisa kerja di bidang TGPF,” ungkapnya.

Bila memang kinerja TGPF nanti tak membuahkan hasil, Mahfud yakin masyarakat bisa menilai bahwa kasus yang menimpa salah satu penyidik KPK tersebut sangat rumit. (zam/din/mg1)