(GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA)

SLEMAN – Warsito, warga Tridadi, Sleman, yang hilang di lereng Gunung Merapi sejak Kamis (22/2) akhirnya ditemukan Minggu (25/2). Keberadaan pria 33 tahun itu diketahui oleh tim search rescue unit (SRU) sekitar 10 meter di atas Pos 2 (Paseban Labuhan Dalem), jalur pendakian dari Kinahrejo, Cangkringan, sekitar pukul 13.37. Lokasi ini berjarak sekitar tiga kilometer di utara Bungker Kaliadem, Kepuharjo, Cangkringan, yang menjadi titik awal hilangnya Warsito.

Tiga hari bertahan di hutan Merapi tanpa bekal Warsito mengalami kekurangan oksigen, yang membuat tubuhnya lemah dan tak kuat berjalan. Tim SRU pun harus mengevakuasinya dengan cara ditandu. Kondisi medan yang cukup terjal membuat evakuasi Warsito butuh waktu cukup lama. Tim SRU terpantau sampai Kinahrejo sekitar pukul 19.30 tadi malam. Atau sekitar enam jam sejak Warsito ditemukan tim SRU.

“Kondisi survivor (Warsito, Red) lemas, namun masih bisa berkomunikasi dengan lancar,” ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas DIJ Supriono.

Tak kurang 20 tim SRU dikerahkan dalam operasi pencarian Warsito. Ditambah tim dari posko relawan dan gabungan berbagai instansi beranggotakan 50 personel.

Sebagaimana diketahui, Warsito dilaporkan hilang ketika berada di kawasan Kaliadem, Kepuharjo. Ketika itu dia datang bersama istrinya, Dwi Indri Astuti. Sekitar pukul 10.00 Warsito pamit kepada istrinya untuk jalan-jalan ke arah bungker. Namun, setelah ditunggu lebih dari satu jam Warsito tak kunjung kembali. Hingga ditemukan kemarin.

“Semoga kejadian ini tak terulang lagi,” tutur Juru Kunci Gunung Merapi Mas Bekel Anom Suraksosihono di sela menunggu evakuasi Warsito.

Menurut Mas Asih, sapaan akrabnya, tak semua kawasan Kaliadem sebagai destinasi wisata. Di utara bungker telah dipasang pagar kayu sebagai pembatas. Agar wisatawan tak menerobos ke jalur yang bukan bukan kawasan wisat. “Jadi, etika pengunjung harus dijaga dengan mematuhi kearifan lokal. Karena kalau tidak hapal jalan bisa tersesat,” ucapnya.

Mas Asih menduga, Warsito tersesat dan berjalan tanpa arah hingga Pos Paseban. Menurutnya, sebelum erupsi Merapi 2010 memang ada jalan setapak dari Kaliadem menuju Pos 1 (Srimanganti). Namun, bahan vulkanis yang keluar dari perut Merapi saat erupsi menutup akses jalan tersebut. Kini akses jalan itu dipenuhi semak belukar dan pepohonan.(dwi/yog/mg1)