(ERWAN TRI CAHYO/RADAR JOGJA)

JOGJA -Setelah terkendala persoalan perizinan, kawasan industri Piyungan, ditargetkan beroperasi dalam waktu dekat. Kawasan ini menjadi salah satu kegiatan strategis pemerintah yang menjadi prioritas pembangunan ekonomi saat ini.

Sekretaris Provinsi Daerah (Sekprov) Gator Saptadi menjamin kendala perizinan yang menghadapi kawasan industri tersebut bisa segera diatasi. “Akan disiapkan untuk segera beroperasi. Sedangkan persoalan perizinan sudah dikomunikasikan dengan Pemkab Bantul,” kata Gatot kepada Radar Jogja,Sabtu (24/2).

Menurutnya, diharapkan langkah-langah tersebut menghambat proyek strategis ini dalam upaya menarik investor. “Mudah-mudahan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Terlebih lagi akan menyerap ribuan lapangan pekerjaan,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIJ Tri Saktiyana menjelaskan kawasan industri di Piyungan nantinya akan menampung investor dari segala kelas. Baik kecil, menengah, maupun besar. Khusus untuk UMKM, telah disedikan lahan seluas 85 hektare. “Sebab akan ada triliuan uang yang berputar di sana,” katanya.

Dijelaskan, jenis usaha yang dapat masuk dalam Klik Piyungan, nantinya harus memenuhi sejumlah kriteria. Seperti ramah lingkungan, perdangan yang jujur dan mengayomi masyarakat sekitar.

Seperti diketahui, kawasan industri kreatif, layaknya Silicon Valley di Amerika Serikat, segera beroperasi di Jogjakarta. Tepatnya di Dusun Cikal, Srimulyo, Piyungan, Bantul. Sebenarnya, kawasan industri Piyungan direncanakan beroperasi pada 2017. Namun, karena persoalan perizinan pengoperasiannya sempat tersendat.

Lahan seluas 335 hektare telah disiapkan untuk menarik investor menanamkan investasinya disejumlah bidang. Keberadaan kawasan tersebut, sebagai jawaban atas bergeliatnya industri kreatif dan pelaku usaha kecil dan menengah (umkm) di DIJ.

Tercatat ada 524.395 UMKM di DIJ. Jumlah tersebut, menyumbang dominasi pertumbuhan ekonomi yang ada di DIJ mencapai 98,4 persen.

Asisten Perekonomiam dan Pembangunan Sekprov DIJ Budi Wibowo menyebut kawasan tersebut diarahkan pada industri kreatif macam startup, animasi, perfiliman, fesyen, kuliner, dan kerajinan lain. “Maret mendatang rencana dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo,” kata Budi. (bhn/din/mg1)