(SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA)

JOGJA – Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X meminta peran generasi penerus Tionghoa saat ini untuk Indonesia. Hal itu untuk meneruskan peran masyarakat Tionghoa saat membantu kemerdekaan RI dulu.

“Apa peran generasi Tionghoa saat ini pada Indonesia? Kalau boleh saya menawarkan solusinya, dengan menciptakan lapangan kerja yang ada titik singgung dengan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan ekonomi,” ujar HB X dalam pembukaan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) ke-13 di Alun-Alun Utara Jogja, Sabtu malam (24/2). Dalam pembukaan yang diisi dengan karnaval budaya itu, juga dihadiri Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, perwakilan Konsulat Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya, dan perwakilan Kementerian Pariwisata.

Dalam kesempatan ini, raja Keraton Jogja itu juga mengingatkan kepada masyarakat Tionghoa di DIJ untuk menjaga perilaku dan perkataan. Apalagi dengan maraknya manipulasi dan hoaks. Terlebih, lanjut HB X, DIJ sudah menjadi locus test case untuk merusak iklim toleransi melalui kekerasan.

“Harapan saya, anggota Paguyuban Tionghoa bisa menjaga diri dalam pergaulan agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial, serta menunjukkan persahabatan yang tulus,” ujarnya.

PBTY 2018 ini juga dikatakan HB X tidak hanya berdampak pada Kampung Ketandan dan sekitarnya saja. Tapi, juga pada pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang membuka bazar di stan PBTY. Menurutnya, hal itu juga menjadi media untuk integrasi semua kalangan dan tempat peristirahatan sejenak dari hiruk pikuk politik yang dipenuhi hoaks. “PBTY ini jadi tempat membangun kembali semangat ke-Indonesiaan,” ujarnya.

Ketua Umum PBTY 2018 Tri Kirana Muslidatun menambahkan, dalam PBTY kali ini dibuka 149 stan kuliner Tionghoa dan nusantara. PBTY akan berlangsung hingga 2 Maret nanti. Yang baru dalam PBTY kali ini, adalah adanya taman lampion Imlek Light Festival.

MEMBELUDAK: Masyarakat sangat antusias menyaksikan sejumlah kesenian dan atraksi yang ditampilkan dalam pembukaan PBTY ke-13 di kawasan Malioboro dan Alun-Alun Utara, tadi malam. (SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA)

Isteri Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti itu dalam sambutannya juga mengatakan, tema PBTY ke-13 tahun ini adalah “Harmoni Budaya Nusantara”. Tema itu dipilih untuk menunjukkan Jogja yang guyub dan harmonis, seperti yang sudah terjaga selama ini.

Menurutnya, kesatuan dan persatuan budaya Indonesia, salah satunya sumbangsih dari budaya Tionghoa. “Sumbangsih kebudayaan Tionghoa ini memperkuat dan memperkukuh Jogja sebagai city of tolerance,” katanya. (pra/laz/mg1)