KULONPROGO – Harga beras terjun bebas. Kondisi tersebut membuat pedagang merugi. Penurunan harga ini dipicu panen raya padi di Kulonprogo dan sekitarnya.

“Penurunan harga terjadi dua pekan terakhir,” kata pedagang beras Kios Jaya Mandiri Pasar Wates Novi Sapto Senin (26/2).

Harga per kilogram, beras jenis IR 64 turun dari Rp 10.200 menjadi Rp 9.500. Beras jenis mentik wangi dari Rp 12.400 menjadi Rp 11.600. Beras ketan dari Rp 23.000 menjadi Rp 16.000.

“Jumlah pembelinya stabil, karena beras merupakan kebutuhan pokok, mau mahal dibeli, murah juga dibeli. Sehari saya jual satu ton beras berbagai jenis. Dipasok petani lokal, Purworejo, dan Bantul,” kata Novi.

Pedagang beras lain, Sri Nahati mengatakan penurunan harga akan terus terjadi sampai bulan puasa. “Khawatir kalau harga terus turun. Karena harga jual tidak sebanding dengan kulakan,” kata Sri.

Wagirin, warga Hargotirto, Kokap senang harga beras kembali normal. Dia bisa membeli beras dengan jumlah lebih banyak.

“Sebaiknya harga beras stabil, tidak naik turun. Stabil tidak mahal maksudnya,” kata Wagirin. (tom/iwa/mg1)