MAGELANG – Bekerja sama dengan Satpol PP, Polres Magelang Kota melakukan penertiban, pendataan, dan pembinaan terhadap pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT). Tetapi bukan hanya orang gila saja yang mereka ciduk. Petugas gabungan juga berhasil menangkap Bartholomeus Ronny Adi Saputra, 25, yang diduga sebagai pengedar obat keras jenis Y (Trihexyphenidyl).

“Dari tangan pelaku turut diamankan barang bukti sebanyak 1.001 butir pil Y siap edar,” kata Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan kemarin.

Dijelaskan, penangkapan terjadi ketika petugas tiba di bekas Gedung Magelang Theatre Kamis (22/2). Petugas mendapati tersangka sedang membawa obat keras berupa tablet berwarna putih dengan logo tulisan huruf Y. Saat itu pelaku tengah mengemas pil itu ke dalam kemasan plastik kecil. Langsung pemuda asal Kelurahan Gelangan dibawa ke Mapolres.

“Dari pemeriksaan, pelaku mendapatkan barang itu dari seseorang di Jakarta yang dipesan melalui medsos. Setelah deal, barang dikirim melalui jasa pengiriman dengan resi alamat di Jakarta. Pengambilan setiap bulan 1-2 kali dengan harga per botol Rp 785.000,” tutur kapolres didampingi Kasubag Humas AKP Esti Wardiani.

Tersangka ternyata tidak hanya menggunakan pil Y itu untuk dirinya sendiri, tapi juga dijual ke orang lain. Penjualan dengan cara dikemas plastik kecil isi 10 butir pil seharga Rp 20 ribu dan dimasukkan ke bekas bungkus rokok.

“Pembelinya dari kalangan pengamen dan gelandangan di Kota Magelang. Rata-rata per hati Ronny menjual lima bungkus plastik. Keuntungan yang didapat dari jualan ini Rp 1.215.000 per botol dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Pelaku yang bekerja sebagai tukang parkir di kawasan MT itu merupakan pemain baru. Semula hanya untuk dikonsumsi sendiri, tetapi ada temannya yang mengetahui pelaku mengonsumsi pil itu dan kemudian membelinya.

Tersangka dijerat Pasal 198 jo Pasal 98 No 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara atau denda maksimal Rp 1 miliar. “Efek dari obat keras ini membuat pengonsumsi merasa tenang, nyaman, pandangan kabur, berbicara cedal, dan kepala nggliyer,” tandas kapolres. (dem/laz/mg1)