Puncak peringatan Pengetan Hadeging 212 Kadipaten Pakualaman tahun ini akan diwarnai resepsi yang dilakukan di Puro Pakualaman pada Selasa (27/2) malam nanti. Peringatan tersebut bakal meriah.

Dalam peringatan tersebut akan ditampilkan Beksan Inum. Tarian ini merupakan tarian istimewa. Beksan ini hanya ditampilkan pada acara adat tertentu yang diadalah oleh Kadipaten Pakualaman.

“Beksan Inum, atau minum, aslinya Bahasa Belanda. Itu tarian khas yang tidak ditampilkan setiap saat. Hanya saat acara adat seperti hadeging ini,” ujar Staf Urusan Kapanitran Kadipaten Pakualaman Mas Riyo Sastrodirjo Senin (26/2).

Menurut dia, Beksan Inum tersebut merupakan tarian klasik. Tarian ini sudah ada sejak KGPAA Paku Alam I.

Figur yang bernama asli Rimawan itu menambahkan, peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman dilaksanakan setiap 11 Jumadilakhir dalam penanggalan Jawa. Untuk tahun ini, berdasar penanggalan Masehi, bertepatan Selasa (27/2) hari ini.

Selain menampilkan tarian adat, dalam resepsi juga sekaligus dilakukan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba-lomba yang diadakan untuk menyemarakkan hadeging ke-212 Kadipaten Pakualaman. Berbagai lomba tersebut sudah dilaksanakan sejak beberap waktu lalu.

Mas Riyo Sastrodirjo, setelah resepsi hadeging masih ada beberapa kegiatan. Ada kegiatan bersepada Jogja Gowes Heritage pada 11 Maret dan lomba pacuan kuda Paku Alam Cup pada 14 Juni.

Rangkaian peringatan Hadeging 212 Kadipaten Pakualaman diperingati dengan berbagai acara dan lomba. Ada lomba macapat hingga lomba melukis yang melibatkan anak berkebutuhan khusus. Kadipaten Pakualaman sengaja mengajak anak berkebutuhan khusus dalam lomba sebagai wahana sosialisasi keberadaan Kadipaten Pakualaman kepada mereka.

“Dalam penyelenggaraan kedua ini, setelah tahun lalu, kembali mendapat sambutan baik. Ini sesuai perrmintaan KGPAA Paku Alam X dan GKBRAy Paku Alam X untuk melibatkan semua kelompok masyarakat,” ungkapnya. (*/pra/amd/mg1)