JOGJA – Seperti sudah diprediksi sebelumnya, timnas panjat tebing Indonesia tanpa kesulitan unggul atas timnas Tiongkok. Atlet-atlet panjat tebing Indonesia berhasil membuktikan kemampuan mereka dalam simulasi pertandingan yang digelar di papan panjat dinding kompleks Stadion Mandala Krida, Jogjakarta.

Di nomor speed relay, baik tim putri maupun putra Indonesia berhasil unggul. Di kategori putri, tim Indonesia A berhasil mengungguli tim Tiongkok B dengan catatan waktu 25,52 detik. Sementara tim B berhasil menempati peringkat ketiga dengan catatan waktu 27,29 detik. Kemudian peringkat keempat ditempati oleh tim Tiongkok B.

Sedangkan di kategori putra, tim Indonesia A berada di peringkat pertama dengan catatan waktu 18,59 detik. Diikuti tim Tiongkok A dengan catatan waktu 19,59 detik, kemudian tim Indonesia B dengan 18,32 detik dan Indonesia C dengan 20,42 detik.

Menanggapi hasil ini, pelatih speed Indonesia, Hendra Basyir menyebut tim Tiongkok masih beradaptasi dengan papan panjat dan poin Sehingga memang tim Indonesia lebih diuntungkan. “Kami tentu lebih sering berlatih di sini. Jadi lebih maksimal mengenal medan. Sementara tim Tiongkok masih adaptasi,” katanya.

Sebelumnya, simulasi juga digelar untuk nomor speed world record. Dalam nomor tersebut atlet-atlet Indonesia juga menunjukkan kemampuan terbaiknya. Di kategori putri, peringkat pertama diduduki oleh Puji yang menang di babak final melawan Aries dengan catatan waktu 9,38 detik. Sementara juara ketiga diduduki oleh Nurul yang menang atas Billah dengan catatan waktu 8,08 detik.

Di kategori putra, Sabri mencatatkan waktu 5,62 detik dan mengalahkan Abudzar, sementara peringkat ketiga ditempati oleh Alfian. Simulasi ini sendiri digelar sebanyak tiga kali selama sepekan kemarin. Untuk memenuhi keinginan dari tim Tiongkok yang ikut serta dalam pelatnas tim Indonesia hingga akhir pekan ini. Mereka memang mengkhususkan untuk menimba ilmu di nomor speed dari tim Indonesia. (riz/din/mg1)