SLEMAN – Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk mengembangkan usahanya. Tak hanya menjadi tugas pemerintah saja dalam memberikan pelatihan dan pendampingan. Melainkan juga para pelaku usaha melalui program corporate social responsibility (CSR).

Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X menuturkan, pihaknya memberikan apresiasi kepada pelaku usaha yang meluncurkan program-program pendampingan. Salah satunya program reach independence and sustainable entrepreneurship (Rise) yang dilakukan oleh salah satu bank swasta. “Pendampingan ini dinilai cukup efektif dalam meningkatkan perekonomian masyarakat penyandang disabilitas. Saya mengapresiasi,” ujarnya di sela pameran UMKM di salah satu hotel di Sleman, Selasa (27/2).

Diakuinya, upaya pelatihan dan pendampingan kepada para difabel agar mendapatkan hak untuk berwirausaha tak semudah membalikkan telapak tangan. Ini dapat menjadi solusi di hilir terhadap penanganan penyandang disabilitas ke dalam grup usaha yang ada.

“Diharapkan para penyandang disabilitas dapat menjalankan profesinya di masyarakat secara luas serta dapat meningkatkan harkat dan martabatnya,” jelasnya.

Salah seorang peserta program pendampingan asal Imogiri, Bantul, Parman, mengaku program ini sangat bermanfaat untuk mengelola dan mengembangkan usaha kerajinan miliknya. Pria yang menggunakan kursi roda ini mempunyai usaha membuat mainan edukasi seperti puzzle dengan huruf, angka, dan gambar.

“Saya sudah menjalankan usaha ini sejak lama, kini saya punya bekal ilmu bagaimana mengelola usaha dan keuangan agar bisa berkembang lagi,” katanya di sela-sela pameran UMKM peserta penyandang disabilitas. (ita/ila/mg1)