SLEMAN – Melihat maraknyaaksi vandalisme di tembok, jalanan, jembatan, rambu lalu lintas, dan fasilitas umum lainmenjadi perhatian Pemkab Sleman. Aksi ini jelas merusak keindahan kota.

Mengantisipasi aksi vandalisme, Bagian Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sleman menggandeng Karang Taruna.

“Menyelesaikan masalah vandalismebutuh peran serta segenap elemen masyarakat. Karang Taruna sebagai salah satu bagian dari elemen masyarakat tentu saja mempunyai tanggung jawab untuk mendukung pemberantasan aksi vandalism,” ujar Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Rakyat Suci Iriani Sinuraya yang menjadi narasumber dalam sosialisasi Kebijakan Penanganan VandalismeKabupaten Sleman Tahun 2018 di Kampung Flory, Pangukan, Sleman, Selasa (27/2).

Aksi vandalism, lanjutnya, banyak dilakukan oleh kalangan remaja atau pelajar yang masih duduk di bangku SMP. Mereka melakukan aksi ini atas dasar kebebasan berekspresi yaitu dengan menuangkan ide dan kreasi seni mereka.Namun sangat disayangkan kreasi seni tersebut dituangkan pada tempat yang salah.

Menurutnya, vandalisme termasuk dalam gangguan keamanan, kenyamanan, dan ketertiban. Optimalisasi pemberantasan aksi ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya penegakan Perda, kerja sama aktif antarpihak yang berkepentingan dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban. Serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban umum.

“Kesadaran untuk menjaga lingkungan sekitar harus bersama-sama ditanamkan dan tumbuhkan mulai dari anak-anak yang masih kecil. Masih banyak kegiatan positif yang dapat dilakukan generasi muda untuk menyalurkan energinya.Salah satunya dengan kegiatan olahragayang sekaligusdapatmenjadiwadah untuk meraih prestasi,” kata Suci.

Kabag Kesra Setda Kabupaten Sleman Iriansya mengatakan, sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak atau remaja khususnya di kalangan pengurus Karang Taruna terhadap dampak negatif dari vandalisme.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan masukan dan arahan cara menyalurkan kegiatan yang produktif pada remaja,” ujar dalam sosialisasi yang dihadiri 50 peserta perwakilan Karang Taruna dari 25 desa di lima kecamatan. (ita/ila/mg1)