PEMKAB SLEMAN terus berupaya meningkatkan gizi masyarakat dengan konsumsi ikan. Salah satunya melalui program Gerakan Memasyarakatan Makan Ikan (Gemarikan). Sebagai motor penggeraknya, Pemkab Sleman membentuk Forikan (Forum Peningkatan Konsumsi Ikan) Daerah melalui Surat Keputusan Bupati Sleman No: 21.2/Kep.KDH/A/2017 tgl 21 Februari 2017.

Forikan merupakan lembaga yang beranggotakan perwakilan pemerintah dan organisasi masyarakat. Melibatkan seluruh komponen, baik sektor swasta hingga pelaku usaha.

Forikan bertugas membangun kesadaran masyarakat untuk memilih ikan sebagai sumber protein utama dalam pemenuhan menu keluarga.

Ketua Forikan Sleman Hj Kustini Sri Purnomo menegaskan akan terus berupaya menindaklanjuti program Gemarikan dengan mendorong kebiasaan masyarakat mengonsumsi ikan sebagai sebuah budaya. Untuk menciptakan generasi sehat, kuat, dan cerdas.

“Melalui Forikan Sleman kami melakukan percepatan budaya masyarakat Sleman untuk mengkonsumsi ikan sebagai lauk dalam menu keluarga di rumah,” tutur Kustini.

Dikatakan, orang-orang Eskimo yang hidup dalam suhu yang sangat dingin dikenal sebagai masyarakat yang kuat dan sehat. Karena mereka menjadikan ikan sebagai konsumsi utama. Nutrisi yang terkandung dalam daging ikan, seperti asam lemak omega 3, bermanfaat menurunkan kadar lemak jahat dalam tubuh. Dagimg ikan juga mengandung Fosfor, mineral yang dibutuhkan dalam proses mengubah makanan menjadi energi di dalam tubuh. Lalu Kalsium, berperan dalam menguatkan tulang dan vitamin A dan B kompleks.

“Mengonsumsi ikan sangat baik untuk meningkatkan kecerdasan otak. Terutama untuk anak-anak dan remaja. Dengan gemar mengonsumsi ikan, masyarakat Sleman diharapkan bisa lebih sehat. Sehingga generasi mudanya akan lebih cerdas,” papar Kustini, yang juga ketua Tim Penggerak PKK Sleman.

Berbagai kegiatan untuk mendorong budaya makan ikan telah dilakukan. Di antaranya, kampanye makan ikan dan sosialisasi manfaat gizi ikan bagi kesehatan dan kecerdasan di sekolah-sekolah. Mulai PAUD sampai SD. Ada juga lomba masak serba ikan secara berjenjang, dari desa sampai nasional, promosi produk-produk hasil olahan ikan, dan pelatihan pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Serta kegiatan penunjang konsumsi makan, seperti sosialisasi gizi ikan kepada ibu-ibu kader PKK desa dan kecamatan.

Sekitar enam bulan lalu akun Twitter Kementerian Kelautan dan Perikanan RI mengunggah video berdurasi 34 detik berisi seruan Menteri Susi Pudjiastuti agar masyarakat mau makan ikan. Dalam video pendek itu Menteri Susi mengimbau masyarakat meningkatkan minat dan menyenangi makan ikan karena ikan sehat dan banyak protein. Dia berharap manusia Indonesia tumbuh sehat karena banyak makan ikan. Yang tidak makan ikan akan ditenggelamkan. “Ayo kita makan ikan agar tidak ditenggelamkan,” seloroh Kustini untuk memacu semangat masyarakat gemar makan ikan. (*/yog/mg1)