KULONPROGO – Modus kejahatan kini semakin nekat dan beragam. Seperti yang dilakukan Erwandi, 41, warga Baledono, Kabupaten Purworejo ini. Ia mencuri uang di kotak infak sejumlah masjid dengan cara mengail menggunakan kawat yang dililit lakban. Tidak tanggung-tanggung, ia telah melancarkan aksinya genap 12 kali.

Namun, begitulah ujung dari setiap aksi kejahatan, bapak tiga anak ini tepergok warga saat mencuri uang kotak amal di Masjid Baitusssalam, Pedukuhan IV, Desa Depok, Kecamatan Panjatan, Kulonprogo. Ia pun kini harus merasakan dinginnya sel tahanan Mapolres Kulonprogo.

“Kami amankan tersangka Sabtu (24/2). Ia ditangkap warga saat melancarkan aksinya sekitar pukul 08.00. Pelaku datang ke masjid mengendarai sepeda motor dan memarkirkannya di utara masjid. Merasa sepi tidak ada orang, pelaku langsung beraksi,” kata Kapolsek Panjatan AKP Gunardi Tejamurti Selasa (27/2).

Dijelaskan, modus yang dilakukan pelaku termasuk baru. Ia mencuri tidak dengan merusak atau mencongkel gembok kotak amal, melainkan memasukan kawat yang sudah dilapisi lakban yang dibalik (perekatnya ada di luar, Red). Pelaku mencoba mengail uang kertas di dalam kotak infak itu.

“Sebelum beraksi, pelaku sempat memantau suasana di sekitaran masjid, memilih waktu saat sebagian warga melakukan aktivitas sehari-hari. Setelah ketahuan, pelaku sempat mencoba kabur dengan sepeda motor Yamaha Mio dengan nomor polisi AA 6853 GV. Namun, warga lebih sigap dan berhasil menghadang dan menangkap pelaku,” jelasnya.

Di hadapan petugas, pelaku mengaku sudah melakukan aksinya sebanyak 12 kali. Sepuluh kali dilakukan di wilayah Panjatan, sekali di Karangwuni, Kecamatan Wates dan sekali di Jogoresan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo. Ia berdalih aksi pencurian yang dilakukannya untuk membayar tunggakan cicilan motor.

“Saya baru saja keluar dari pekerjaan lama di salah satu koperasi dan tidak lagi memiliki penghasilan tetap. Setiap beraksi, saya bisa mendapatkan uang Rp 50 ribu-Rp 75 ribu. Ya, uangnya buat bayar cicilan motor karena masih nunggak dua bulan,” dalihnya.

Menurutnya, wilayah Panjatan menjadi sasaran aksi karena berada di wilayah pinggiran yang sepi aktivitas warga. Selain itu juga terdapat akses jalan yang mudah untuk melarikan diri. “Kenapa di Panjatan, ya karena sepi, jauh dari pos polisi. Saya kapok, tidak akan mengulangi lagi,” ucapnya.

Mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku kini diamankan di Mapolres Kulonprogo untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Ia dijerat dengan Pasal 362 juncto 53 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (tom/laz/mg1)