RADARJOGJA.CO.ID – PT Jasa Raharja(Persero) kian rajin melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. Tak hanya pelajar dan warga sipil, anggota TNI pun mendapat penjelasan tentang budaya tertib berlalu lintas dan tata cara pengurusan santunan kecelakaan lalu lintas. Sebanyak 60 anggota Denpom IV/2 Diponegoro Yogyakarta antusias mengikuti sosiaisasi yang diselenggarakan di markasnya Jalan Magelang, Rabu (21/3).
Dalam kesempatan itu, Pj Humas Jasa Raharja DIY Aryo W. Kusumo menerangkan, setiap korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum berhak mendapatkan santunan kecelakaan termasuk anggota TNI. “Kendaraan dinas TNI yang mengalami kecelakaan, para penumpangnya juga berhak mendapatkan santunan dari Jasa Raharja,” kata Aryo kepada para perajurit TNI dan anggota Persit yang mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut.

Menurut Aryo, pengurusan santunan Jasa Raharja sekarang lebih mudah dan cepat. Sebab, sejak beberapa tahun lalu Jasa Raharja telah bekerjasama dengan rumah sakit milik pemerintah daerah dan swasta yang ada di wilayah DIJ.
“Sehingga, bila ada masyarakat yang menjadi korban kecelakaan kemudian dilarikan ke rumah sakit. Maka sang korban dan keluarga tidak perlu khawatir memikirkan biaya perawatan. Sebab, nanti biaya perawatan akan dijamin langsung oleh Jasa Raharja sampai batas maksimal Rp 20 juta. Jasa Raharja akan memberikan surat garansi leter bahwa korban dijamin oleh Jasa Raharja,” terang Aryo.

Hanya, jaminan biaya perawatan rumah sakit tersebut tidak berlaku bagi korban kecelakaan tunggal. Jika korban mengalami kecelakaan tunggal maka Jasa Raharja akan mengeluarkan surat yang menyatakan bahwa korban tidak ditanggung. Selanjutnya, korban akan dijamin oleh BPJS Kesehatan/asuransi kesehatan lainnya bila korban ikut BPJS/asuransi lainnya.
“Apabila korban kecelakaan yang dirawat di rumah sakit namun beberapa hari kemudian meninggal dunia. Maka, korban akan mendapatkan santunan kematian sebesar Rp 50 juta,” jelas Aryo.
Peserta sosialisasi yang dapat menjawab pertanyaan dari nara sumber dengan benar dan tepat mendapatkan sebuah helm SNI. (mar)