BANTUL – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul menggaransi insiden pemadaman listrik tak akan mengganggu ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMP negeri (SMPN). Sebab, setiap SMPN se-Bantul kini telah memiliki genset.

Insyaallah sudah (punya genset) semua,” jelas Kepala Disdikpora Bantul Didik Warsito di Kompleks Parasamya, Kamis(22/3).

Diakui, Perusahaan Listrik Negara (PLN) memang menjamin tak terjadi pemadaman listrik selama UNBK mulai 23 April hingga 26 April mendatang. Kendati begitu, tiap sekolah tetap berinisiatif mempersiapkan genset. Itu dilakukan semata-mata sebagai langkah antisipasi bila terjadi force majeure. Sebagaimana diketahui, hari ketiga UNBK tingkat SMP tahun lalu terjadi insiden pemadaman listrik. Tak pelak, sejumlah sekolah kelabakan sehingga harus menyewa genset. “Server mudah-mudahan juga siap,” harapnya.

Seperti listrik, bekas Kepala DPPKAD Bantul ini juga menjamin ketersediaan sarana komputer siap. Didik tak memungkiri belum semua sekolah memiliki jumlah komputer yang memadai. Namun, keterbatasan ini dapat disiasati dengan perangkat laptop wali murid.

“Ujiannya nanti dimodel sif,” ujarnya.

Terkait peminjaman laptop wali murid, Didik melihat, kebijakan tersebut sebagai langkah darurat. Sebab, belum semua sekolah memiliki perangkat komputer cukup. Walaupun Disdikpora tahun lalu telah menggelontorkan 400 unit bagi 20 SMPN se-Bantul.

“Nanti sekolah bisa bertahap menganggarkannya,” katanya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Bantul Subhan Nawwawi berpendapat setiap SMP seharusnya memiliki genset. Minimal menyewa saat pelaksanaan UNBK. Sebab, insiden pemadaman listrik yang terjadi tahun lalu menyebabkan pelaksanaan UNBK mundur. “Kondisi ini bisa mengganggu konsentrasi siswa,” katanya.

Terkait perangkat komputer, politikus PKB ini melihat, idealnya setiap sekolah memiliki 60 hingga 70 unit. Selain sebagai laboratorium, keberadaan komputer ini juga berfungsi untuk menunjang pelaksanaan UNBK. “Biar tidak pinjam laptop wali murid terus,” tambahnya. (zam/ila/mg1)