JOGJA– Bersama masyarakat Umbulharjo, anggota Kodim 0734/Jogja tak hanya menjalankan program pra-TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dengan kegiatan pembangunan fisik. Menyadari eksistensi Jogja sebagai kota budaya miniatur Indonesia diperlukan daerah penyangga sektor pariwisata. Kawasan sungai, salah satunya.

Untuk itulah TNI dan masyarakat Umbulharjo bekerja sama meningkatkan kelestarian lingkungan Sungai Gajahwong, yang menjadi bagian kawasan sasaran TMMD. Sebab, aliran Sungai Gajahwong relatif tidak sebersih sungai-sungai lain yang mengalir di Kota Jogja, seperti Code maupun Winongo.

“Program TMMD diharapkan bisa menjadi salah satu solusi, sekaligus bentuk peran serta nyata TNI dalam mempercepat pembangunan,” ujar Dandim 0734/Jogja Letkol Inf Rudi Firmansyah, Senin (2/4/2018). TMMD dinilai sangat efektif menyokong pembangunan ekonomi, pertahanan keamanan, cinta tanah air, kesadaran berbangsa, dan bernegara.

Menurut Dandim, TMMD dapat dipandang dari dua segi, pertama secara substansial, TMMD merupakan tesis keterlibatan TNI dalam pembangunan pedesaan. Kedua, dari sisi perakitan atau formulanya, merupakan lompatan metodologi pembangunan, yang mengacu pada kesederhanaan, kebersamaan dan koordinasi lintas sektor fungsi dari beberapainstansi/lembaga.

“Karena itu, sebagai salah satu langkah nyata untuk mewujudkan serbuan teritorial dengan tujuan merebut hati rakyat, TNI dapat menjadi prajurit sejati, profesional, selalu mencintai dan dicintai oleh rakyatnya,” ujarnya. Kesemuanya itu, lanjut Rudi, semata-mata untuk pembangunan Indonesia yang lebih makmur dan sejahtera. Untuk itu, TNI berbuat yang terbaik, dengan berani, tulus dan ikhlas, serta tetap semangat.(yog)