MUNGKID – Sejumlah anggota Basarnas Jawa Tengah mendatangi Hotel Grand Artos & Convention di Mertoyudan, Kabupaten Magelang, kemarin (3/4). Mereka hendak mencari data dan informasi soal keberadaan wisatawan mancanegara (wisman) asal Selandia Baru, Andrey Voltech, yang dikabarkan hilang di Gunung Merbabu. Sebelum naik gunung berketinggian 3.145 Mdpl, survivor ini sempat menginap di hotel bintang lima itu. Tim SAR datang bersama salah satu teman korban.

Dikonfirmasi soal hal itu, Marcomm Manager Hotel Artos Sekar Laksita membenarkan. Dijelaskan, kedatangan sejumlah anggota Basarnas itu untuk mengecek tas milik Andrey yang dititipkan saat check out pada hari Kamis (29/3) lalu. “Yang mau diperiksa tas satu. Isinya apa, saya tidak tahu,” kata Sekar.

Dia mengatakan, pihak hotel tidak masalah jika memang tas Andrey hendak diperiksa. Hanya saja, ada aturan wajib yang mesti dipatuhi. Yakni adanya surat dari kepolisian. “Paling tidak, ada surat keterangan dari pihak berwajib yang menyatakan maksud dan keperluan pemeriksaan tas milik pengunjung hotel,” tuturnya.

Menurut Sekar, pihaknya tidak mau mengambil risiko dengan membiarkan orang lain memeriksa barang milik Andrey yang notabene masih dititipkan di Hotel Artos. Karena semua barang yang dititipkan menjadi tanggung jawabnya untuk menjaganya. Meski posisi turis itu sudah check out dari hotel.

“Biasanya tamu menitipkan barang mereka karena nantinya kembali lagi. Atau ada kepentingan tertentu, sehingga menitipkan barangnya terlebih dahulu untuk kemudian diambil lagi. Itu kami harus menjaganya. Pihak hotel tidak ingin ada komplain ketika tamu kembali,” paparnya.

Survivor Andrey Voytech, pendaki asal Selandia Baru itu dilaporkan hilang sejak Jumat (30/3). Upaya pencarian terhadap Andrey masih terus dilakukan hingga kemarin. Informasinya, dia naik Merbabu pada Jumat dini hari sekitar pukul 03.00 WIB melalui jalur Cunthel (kawasan Kopeng).

“Dia naik sendirian melalui Cunthel, sepeda motornya ditinggal di sana. Kawan-kawan relawan sebanyak 80 orang sudah menyapu sisi Cunthel Tekelan, tetapi belum menemukan,” tandasKasubag TU Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) Johan Setiawan. (dem/laz/ong)