SLEMAN – Menilik hasil beberapa kali uji coba terakhir, progres permainan PSS Sleman mengalami peningkatan signifikan. Gambaran kerangka pemain sudah dikantongi pelatih. Konsep permainan juga mulai dipahami pemain. Tinggal dipoles dan menemukan peak performance memasuki kompetisi Liga 2 pada 21 April mendatang.

“Filosofi main kami kolektivitas, teamwork dan determinasi. Itu sudah mulai terlihat. Meskipun kami rasa masih bisa ditingkatkan lagi,” kata Pelatih PSS Sleman Herry Kiswanto kepada wartawan kemarin (8/4).

Herkis menilai, permainan Syamsul Chaeruddin dkk masih bisa mengalami peningkatan dan terus bisa dimaksimalkan. Sisa waktu yang ada akan dimaksimalkan untuk menerapkan latihan yang lebih serius.

“Karena kami yakin kompetisi tekanan akan berbeda dari saat uji coba. Pemain harus fokus dan jangan cepat puas. Kami belum dapat apa-apa. Penentuan dan pembuktiannya di kompetisi,” tambahnya.

Eks Persela Lamongan ini optimistis pemainnya bisa terus berkembang. Meskipun diakui dengan mayoritas pemain muda, perlu lebih tenang dan hasilnya akan lebih baik lagi. Serta bermain kompak untik kepentingan tim. “Jangan ambisius. Tetap tenang dan fokus bermain kolektif. Kuncinya itu,” jelasnya.

Selanjutnya, tim juga terus melakukan evaluasi. Sebab masih banyak kekurangan dalam tim yang relatif banyak dihuni pemain baru. Terutama dengan kebobolan lima gol dalam tiga pertandingan. Koreksi akan dilakukan dengan melihat video hasil pertandingan. “Pemain harus paham posisi. Karena masih ada yang perlu diperbaiki,” tutur Herkis.

Disinggung agenda berikutnya sampai kickoff Liga 2, Manajer PSS Sismantoro akan membahas selanjutnya dengan pelatih. Termasuk dengan rekrutan baru yang disebut-sebut akan mendatangkan striker berlabel timnas. “Uji coba dengan siapa di mana masih akan kami rapatkan lagi. Seperti biasa setelah pertandingan kami adakan evaluasi,” kata Sismantoro. (riz/laz/ong)