JOGJA- Komandan Satgas TMMD Reguler ke-101 TA 2018 Kodim 0734/Jogja Letkol Inf Rudi Firmansyah mengungkapkan, upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat desa akan jauh lebih baik bila program TMMD dapat dipadukan dengan kegiatan dengan masyarakat, mahasiswa serta intansi lainnya.

“Hal tersebut memang bukan suatu yang mudah, perlu perencanaan yang matang diawali kesadaran yang sama terhadap berbagai tugas pengabdian yang masing-masing diemban antara TNI dan lainnya,” ungkapnya di sela TMMD di Kelurahan Pandeyan, Umbulharjo, Kota Jogja Selasa (10/4/2018).

Persoalan lain yang menuntut perhatian serius antara prajurit dan mahasiswa, lanjut Rudi, karena terkadang masih ada sikap apriori dan syak wasangka satu sama lain akibat berbagai faktor.

“Justru karena itulah upaya untuk mewujudkan kesepahaman pengabdian antara TNI dan masyarakat, serta akademisi dan lainnya perlu adanya semangat kemanunggalan dalam berkarya. Ini bisa dimulai dengan upaya pengintegrasian TMMD,” paparnya.

Artinya, selain dalam rangka mengintegrasikan beberapa program pengabdian yang selaras, jugauntuk mengoptimalkan daya dukung kalangan akademisi terhadap pemberdayaan wilayah pertahanan dan penguatan karakter demi negara dan rakyat Indonesia.

Nah, mencermati TMMD Rudi melihat adanya kesepahaman definisi pengabdian yang diberikan oleh TNI selaku aparat penegak kedaulatan negara, terhadap desa/masyarakat pedesaan.

Pemahaman yang tidak jauh berbeda tersebut tiada lain tentang perlunya desa ditingkatkan kesejahteraannya melalui pembangunan dalam rangka mengangkat harkat dan martabat kehidupan warga masyarakat yang mendiami wilayah pedesaan.

Sementara TMMD di mata prajurit dipandang sebagai sesuatu yang strategis. Desa dalam kaitan Sistim Pertahanan Negara (Sishanneg) merupakan daerah pangkal perlawanan dalam konteks perang berlarut, sekaligus sebagai basis perjuangan dalam rangka mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara.(yog)